Sepanjang Tahun 2025, Ada 326 Kasus DBD di Kota Probolinggo, 4 Orang Meninggal

Amelia Subandi
Tuesday, 20 Jan 2026 16:31 WIB

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Probolinggo menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 326 kasus DBD. Dari jumlah itu, 4 orang meninggal dunia oleh penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti tersebut.
Data Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo menyebut kasus DBD di tingkat Kecamatan dari bulan Januari sampai Desember 2025. Rinciannya, Kecamatan Mayangan 84 kasus; Kecamatan Kanigaran 103 kasus; Kecamatan Kedopok 57 kasus; Kecamatan Wonoasih 22 kasus; dan Kecamatan Ketapang 60 kasus.
Kepala Bidang P2P pada Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo drg. Asri Wahyuningsih mengungkapkan bahwa kasus kematian tersebar di wilayah berbeda. Empat kasus DBD yang meninggal itu meliputi 1 di Kelurahan Mayangan; 1 di Kelurahan Mangunharjo; 1 di Kelurahan Tisnonegaran; dan 1 di Kelurahan Kebonsari Kulon.
“Total kasus DBD sampai Desember 2025 ada 326 kasus, dengan empat di antaranya meninggal. Rinciannya, 2 kasus di Kecamatan Mayangan dan 2 kasus di Kecamatan Kanigaran. Meskipun merenggut 4 nyawa, bukan termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB), dikarenakan kasus DBD di Kota Probolinggo turun dari tahun sebelumnya,” katanya
.png)

Meski angka kasus terbilang cukup tinggi, Dinkes PPKB Kota Probolinggo memastikan situasi masih dalam pemantauan dan terkendali. Upaya pencegahan terus digencarkan, terutama menghadapi musim penghujan yang kerap meningkatkan populasi nyamuk penyebab DBD.
Asri Wahyuningsih menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan dini. Ia mengingatkan agar warga tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi lebih fokus pada pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitar rumah.
“Pencegahan agar terhindar dari DBD yang paling utama adalah gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, gunakan lotion atau obat anti nyamuk, pasang kawat kasa pada ventilasi rumah, serta biasakan memakai pakaian lengan panjang,” paparnya.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut Asri, faktor kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam menekan potensi penyebaran DBD.
“Jika lingkungan bersih, maka risiko penularan juga akan berkurang. Jadi, peran masyarakat sangat penting untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari bahaya DBD,” tambahnya. (mel/why)


Share to
 (lp).jpg)