Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-08 21:25:57

Setelah Cabut HPL 10 Perusahaan, Kini Pemkab Jember Kaji Calon Penambang Baru

VERIFIKASI: Pemkab Jember ingin memaksimalkan potensi PAD di lokasi tambang Gunung Sadeng. Langkah pertamanya yakni dengan mencabut HPL perusahaan yang tidak maksimal. Lalu, memverifikasi perusahaan baru yang bakal mendapat hak pengelolaan tambang Gunung Sadeng.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemkab Jember telah mencabut Hak Penggunaan Lahan (HPL) 10 dari 18 perusahaan yang melakukan penambangan mineral non-logam dan batu kapur di Gunung Sadeng, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Selanjutnya, pemkab akan memverifikasi perusahaan lain yang akan menerima HPL.

Sekretaris Daerah Jember, Mirfano mengatakan bahwa saat ini pihaknya mempertimbangkan perusahaan lain yang akan menerima HPL baru. Diharapkan, perusahaan yang bakal mendapat HPL dapat bekerja sesuai aturan dan memberikan manfaat PAD pada Pemkab Jember.

Baca Juga : Jalan Diportal PT Imasco, Pemkab Ancam Jalur Hukum

Mirfano menuturkan, pihaknya tengah melakukan proses verifikasi terhadap perusahaan-perusahan calon penerima HPL. “Kami juga tengah meneliti beberapa perusahaan baru, yang mengajukan proposal kepada kami," kata Mirfano saat dikonfirmasi di Kantor Sekda Pemkab Jember, Senin (7/3/2022).

Baca Juga : Kontribusi PAD Belum Dibayar, Larang Peledakan Tambang Gunung Sadeng

Dalam verifikasi itu, lanjutnya, Pemkab Jember akan mengkaji dan melakukan seleksi secara detail untuk perusahaan-perusahaan baru. "Ini kami teliti, sejauh mana kemampuan termasuk penyediaan peralatan yang memadai," katanya.

Diketahui, pencabutan HPL itu dilakukan 10 perusahaan tersebut melanggar ketentuan dan dinilai sudah tidak produktif. Bahkan, 10 perusahaan itu juga diketahui telah menjual izin yang telah dimiliki

Menurut Mirfano, ada kemungkinan perusahaan lain yang juga mengalami nasib serupa dengan kesepuluh perusahaan yang telah dicabut HPLnya. "Kami saat ini melakukan verifikasi. Bisa saja perusahaan yang dicabut HPLnya jumlahnya bertambah," tuturnya. (bp/don)