Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-09 17:43:20

Si Putting Naga Pemkab Banyuwangi Diganjar TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik

PENGANUGERAHAN: Pemkab Banyuwangi mendapat penghargaam TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik atas inovasinya dalam meningkatkan hasil panen buah naga dengan menggunakan lampu.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pemkab Banyuwangi kembali mencatatkan prestasi di bidang inovasi pelayanan publik. Program inovatif Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga (Puting Si Naga) menyabet penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo secara virtual pada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (9/11/2021). Bupati Ipuk -sapaan akrabnya- berterima kasih pada pemerintah pusat atas penghargaan ini. Apalagi, penilaian ini melibatkan 1.619 inovasi seluruh Indonesia.

Baca Juga : Capai 70,36 Per Oktober, Serapan APBD Kabupaten Banyuwangi Tertinggi di Jawa Timur

“Kami menyampaikan terima kasih pada pemerintah pusat yang telah memberikan apresiasi pada program peningkatan kapasitas produksi buah naga. Terima kasih juga pada seluruh petani buah naga yang terus berinovasi. Serta Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi dan PT. PLN yang mendukung penuh program ini,” kata Ipuk.

Baca Juga : Kali Kedua, Kabupaten Banyuwangi Sabet Penghargaan Swasti Saba Wistara

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Diah Natalisa mengatakan, kompetisi ini digelar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menumbuhkan budaya inovasi pada sektor pemerintahan. “Ini adalah penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik yang memiliki prestasi di bidang pelayanan publik,” terangnya.

Kompetisi yang digelar sejak 2014 tersebut, bukan sekedar lomba tahunan untuk mencari pemenang. Melainkan bertujuan untuk membiasakan budaya berinovasi di kalangan birokrasi. Inovasi Puting Si Naga sendiri adalah teknologi tepat guna penggunaan lampu di kebun buah naga pada malam hari, untuk merangsang pembungaan.

Berkat inovasi ini, hasil panen buah naga para petani meningkat. Sehingga petani dapat melakukan panen buah naga di luar musim atau off season. Saat ini total luasan lahan buah naga di Banyuwangi sebanyak 3.132 hektar. Dari luasan tersebut, terdapat 2.608 hektar yang menggunakan lampu.

Terpisah, Edi Purwoko, petani buah naga Banyuwangi menerangkan, dulu tanpa inovasi ini, buah naga hanya bisa dipanen semusim saja. Itupun harga di pasaran tidak bersahabat. Per kilogram hanya Rp 2 - 3 ribu saja.  “Sekarang, dengan adanya inovasi ini, perekonomian meningkat. Permintaan buah naga dari luar Banyuwangi luar biasa meningkat,” katanya.

Edi -sapaan akrabnya- yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Petani Buah Naga Banyuwangi (Panaba) mengatakan, pandemi tidak berdampak terhadap proses produksi dan permintaan pasar. Pengiriman buah tetap berjalan lancar. Petani sampai mempekerjakan tenaga kerja dari luar wilayah Banyuwangi. (*/mus/sp)