Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-04 11:10:18

Sinergi Lintas Instansi, Cara Puskesmas Ranugedang Capai Target Vaksinasi

BERHASIL: Langkah Puskesmas Ranugedang bersinergi dengan TNI dan Polri dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19, berbuah tingginya animo warga yang mau divaksin. Termasuk warga lansia yang tak lagi takut untuk disuntik vaksin.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Banyak cara untuk mencapai target vaksinasi covid-19. Ada yang melakukan secara door to door, hingga vaksinasi pada malam hari. Termasuk melibatkan lintas instansi, seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Ranugedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Lintas instansi dimaksud yakni meliputi, TNI, Polri, pemerintah desa, hingga Rt dan Rw. Tokoh masyarakat dan tokoh agama juga diajak kerjasama oleh Puskesmas Ranugedang.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Omicron, Forkopimda Probolinggo Bentuk Pasukan Pamor Keris

Plt. Kepala Puskesmas Ranugedang, Agus Nurawan mengatakan dengan menggandeng semua pihak, kegiatan vaksinasi di wilayah Puskesmas Ranugedang terus berjalan. Hingga Jumat (30/12/2021), vaksinasi secara umum mencapai 68 persen dari 23.867 sasaran.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Sedangkan untuk vaksin lansia mencapai 34 persen dari 4.500 sasaran. Semuanya itu ada yang melakukan vaksinasi di puskesmas, ada yang melakukan di kantor desa, dan ada pula yang door to door. "Termasuk vaksinasi malam (hari)," terangnya pada tadatodays.com

DOOR TO DOOR: Vaksinasi yang dilakukan Puskesmas Ranugedang dengan datang langsung ke rumah warga, membuat capaian vaksinasi di wilayah tersebut terbilang tinggi. Meski berada di wilayah pelosok pegunungan, capaian vaksinasi Puskesmas Ranugedang mencapai 68 persen.

Meski sudah bekerjasama dengan semua pihak, tetap saja proses vaksinasi mengalami kendala. Pertama, karena Desa Ranugedang yang berada di kawasan pegunungan, tentunya sering turun hujan. Sehingga petugas mengalami kesulitan untuk melakukan door to door kepada masyarakat.

Ada pula masyarakat yang percaya akan kabar hoaks, kalau vaksin itu berbahaya bagi tubuh dan bisa menyebabkan kematian. Kemudian ada masyarakat yang karena tetangganya tidak divaksin, yang bersangkutan juga tidak mau divaksin. "Macam-macam alasannya," katanya.

Ada juga yang hanya mau divaksin dengan jenis vaksin Sinovac saja. Dengan alasan vaksin Sinovac tidak ada reaksi saat disuntikan. Sebagian ada pula yang memang sudah tidak mau divaksin.

Namun semua itu bisa teratasi dengan penjelasan dari petugas. Alhasil, setiap harinya 10 tim vaksinasi dimana setiap timnya terdiri dari 5 orang petugas mampu menyuntikan vaksin sebanyak 200-300 orang. "Target pertengahan Desember sudah 70 persen," tutur Agus.

Ia berharap masyarakat yang belum tervaksin bisa tergugah hatinya untuk vaksin. Dengan harapan dapat mencapai 80 persen pada akhir Desember 2021. (zr/don)