Siswa SMKN 1 Grati Pasuruan Sulap Ganggang Ranu Jadi Pakan untuk Ayam Petelur

Amal Taufik
Amal Taufik

Thursday, 11 Jun 2026 13:18 WIB

Siswa SMKN 1 Grati Pasuruan Sulap Ganggang Ranu Jadi Pakan untuk Ayam Petelur

PENGOLAHAN: Proses pengolahan ganggang yang dilakukan siswa siswi SMKN 1 Grati.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Peternak ayam petelur menghadapi mahalnya harga pakan dan fluktuasi harga telur. Di tengah situasi ini, sekelompok pelajar di Kabupaten Pasuruan menawarkan solusi pakan ternak dari bahan yang selama ini dianggap tak berguna.

Inilah siswa jurusan Agribisnis Ternak Unggas SMKN 1 Grati, yang berhasil mengembangkan pakan alternatif berbahan dasar ganggang hijau. Bahan tersebut tersedia melimpah di kawasan Ranu Grati. Tumbuhan air yang selama ini dianggap mengganggu ekosistem dan merusak pemandangan danau tersebut diolah menjadi campuran pakan untuk ayam petelur berusia tua.

Inovasi itu berawal dari pengamatan para siswa terhadap melimpahnya ganggang hijau di perairan Ranu Grati. Alih-alih menjadi limbah, biomassa tersebut ternyata memiliki kandungan beta karoten dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan ternak.

Untuk mengolahnya, ganggang yang dipanen terlebih dahulu dijemur hingga kadar airnya berkurang. Setelah kering, bahan tersebut digiling menjadi tepung sebelum menjalani proses fermentasi.

Fermentasi dilakukan untuk menurunkan kadar serat kasar yang cukup tinggi sehingga lebih mudah dicerna oleh ayam. Tepung ganggang yang telah difermentasi kemudian dicampurkan ke dalam pakan dengan komposisi sekitar 7,5 persen dari total ransum harian.

Kurniawan Tri Yulianto, salah satu siswa yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan ide tersebut lahir dari keinginan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat.

"Kami melihat ganggang di Ranu Grati jumlahnya sangat banyak. Dari situ muncul ide bagaimana tanaman yang selama ini dianggap pengganggu bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya membantu mengurangi limbah alami di danau, tetapi juga berpotensi menjadi alternatif bahan pakan yang lebih terjangkau bagi peternak.

Guru pendamping penelitian, Yu'la Diana, menjelaskan bahwa penggunaan tepung ganggang hijau telah melalui serangkaian uji coba dan perbandingan terhadap kelompok ayam yang tidak mendapatkan campuran pakan tersebut.

Hasilnya, ayam petelur yang mengonsumsi campuran ganggang menunjukkan kualitas produksi yang lebih baik dibanding kelompok kontrol. "Kami menemukan adanya peningkatan kualitas telur. Bobot telur lebih berat, cangkangnya lebih tebal dan kuat, serta warna kuning telurnya lebih pekat," jelas Yu'la.

Ia menerangkan inovasi tersebut difokuskan pada ayam petelur berusia di atas 60 minggu. Pada usia tersebut, produktivitas ayam biasanya mulai menurun, ditandai dengan kualitas cangkang yang melemah hingga warna kuning telur yang semakin pucat.

Melalui tambahan pakan berbahan ganggang hijau, penurunan kualitas tersebut dapat ditekan sehingga masa produktif ayam menjadi lebih optimal.

SMKN 1 Grati berharap hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dan dimanfaatkan oleh peternak lokal sebagai salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya terus meningkat.

Selain memberi manfaat ekonomi, pemanfaatan ganggang hijau juga dinilai mampu membantu mengurangi penumpukan tanaman invasif di Ranu Grati yang selama ini menjadi persoalan lingkungan. (pik/why)


Share to