Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-24 15:34:53

Soal Impor Beras, Bulog Minta Petani Tingkatkan Kualitas Padi

TERSEDIA: Gudang Bulog Kedung Asem Kota Probolinggo masih memastikan ketersediaan beras untuk wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo dan Lumajang, aman hingga 9 bulan ke depan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kantor Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) wilayah Probolinggo-Lumajang, memastikan ketersediaan beras sebanyak 9.847 ton mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 9 bulan ke depan. Akan tetapi, Bulog meminta agar petani lebih meningkatkan kualitas padinya.

Kepala Bulog Krisna Murtiyanto, menyarankan kepada petani agar dapat menaikkan kualitas padinya. Karena itu, untuk penyaluran beras ke 3 wilayah yakni Kota dan Kabupaten Probolinggo, masih aman.

Baca Juga : Bulog Jember Pastikan Stok Beras Aman Hingga Lebaran

Terkait pengadaan pangan, Krisna mengatakan bahwa saat harga serapan atau Gabah Kering Panen (GKP) dan beras di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog berkewajiban mengamankan harga dasar dan sudah dilakukan. “Kami mempunyai 12 mitra untuk membeli ke petani," katanya.

Baca Juga : ADPI Jawa Timur Beber Penyebab Petani Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

Krisna yang bertugas sejak Oktober 2019 lalu itu menjelaskan, Bulog berpedoman pada harga dasar pembelian Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp 5.300, dan beras medium sesuai harga dari Kementerian Pertanian RI sebesar Rp 8.300. Sedangkan harga GKP sebesar Rp 4.200, tapi memiliki komponen kualitas sendiri.

Sementara untuk hampa kotoran 10 persen, dan kadar air 25 persen. Nantinya bila melebihi standar itu, menurut Krisna maka akan disesuaikan harganya. Maka dari itu, ia memastikan kepada petani untuk tidak perlu khawatir jika GKP mengalami penurunan. Sebab Bulog sudah menarget minimal pembelian tahun 2021. “Sebesar 27.394 ton, setara beras,” ujarnya.

Saat ini, karena belum memasuki panen raya, Krisna menyebut penjualan gabah petani ke Bulog mencapai 1.500 setara beras. Di tahun 2020 Bulog menargetkan 18.700 ton, dan masih tercapai hanya kurang lebih 9.200 ton. “Tidak mencapai target," ucapnya.

Saat ditanya apakah impor beras bisa mempengaruhi harga, Krisna menegaskan bahwa sesuai dengan keputusan Kementerian Pertanian bahwa selama panen raya tidak akan ada impor. (ang/don)