Lailiyah Rahmawati


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-12 15:01:40

Soal Renovasi Gedung DPRD Kota Pasuruan, Pimpinan Dewan Silang Pendapat

RENOVASI: Ruang Paripurna DPRD Kota Pasuruan bakal direnovasi dengan anggaran Rp 3 miliar.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - DPRD Kota Pasuruan mengajukan anggaran renovasi ruang rapat paripurna sekitar Rp 3 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun lantai dua, interior ruangan, dan rehab ruang ketua DPRD.

Akan tetapi, rencana renovasi gedung wakil rakyat itu tidak sepenuhnya didukung oleh wakil rakyat. Bahkan, di tingkat pimpinan dewan pun terjadi silang pendapat.

Baca Juga : Datangi 4 Proyek Fisik, Komisi 3 DPRD Kota Probolinggo: Jangan Sampai Putus Kontrak

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan, menganggap proyek pembangunan lantai dua ruang paripurna sangat penting. Menurut politisi PKB itu, tujuan dibangunnya lantai dua ruang paripurna dimaksudkan agar kalangan pers dan media massa memiliki tempat khusus saat meliput kegiatan paripurna dewan.

Baca Juga : Ketua Komisi 2 DPRD Kota Probolinggo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Dedy Tjahjo Poernomo, berpendapat berbeda. Dedy mengatakan, bahwa dirinya secara pribadi tidak setuju dengan rencana renovasi ruang paripurna tersebut. Menurutnya, anggaran tersebut akan muspro jika digunakan pembangunan yang tidak urgent atau mendesak.

"Kalau menurut saya ini sudah dibahas di internal dan mendapatkan kesepakatan. Mengingat pentingnya untuk membangun lantai dua di ruang paripurna," jelasnya.

"Saya pribadi tidak setuju dengan rencana renovasi ruang paripurna itu. Di tengah masyarakat prihatin karena pandemi, kok bisa diusulkan kegiatan renovasi gedung," tandas Dedy.

Ada hal lain yang dinilai Dedy lebih mendesak dan segera, yaitu pengadaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat. Politisi Partai Golkar itu mengatakan, jangan sampai masyarakat menilai kalangan wakil rakyat malah membuang uang untuk hal yang tidak penting.

"Lebih mendesak pengadaan vaksin, lah. Kalau menambah lantai atas ruang sidang kan bisa tahun 2022. Apalagi ruangan ini masih bagus," jelasnya.

Sementera, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Shierly Marlena, mengungkapkan bahwa pihaknya memang sudah mengajukan anggaran vaksin sebesar Rp 21 miliar. Namun, saat ini pembahasan masih di tim anggaran (timgar) dan belum didok.

"Sudah kami ajukan untuk tahun depan, tapi masih di timgar pembahasannya sampai sekarang," ujarnya. (ly/don)