Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-14 19:37:38

Stok Jahe di Probolinggo Sulit Didapat

SULIT: Salah satu pedagang di Pasar Semampir. Pekan ini pedagang mengeluhkan stok jahe yang sulit didapat dan harganya juga mengalami kenaikan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sempat naik drastis pada Maret 2020 lalu, kini harga jahe cenderung normal. Harganya berkisar di antara Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kilogram jauh lebih murah dari harga Maret lalu yang mencapai Rp 90.000 per kilogram.

Hakiki, salah satu pedagang sayuran di Pasar Semampir, Kraksaan mengatakan bahwa 7 hari terakhir ini harga jahe naik. "Biasanya harganya Rp 30.000 sekarang sudah Rp 35.000, naik Rp 5.000 mas. Sudah sekitar semingguan yang naik," tuturnya pada Tadatodays.com, Jum'at (14/8/2020)

Baca Juga : Petani Tembakau Paiton Probolinggo Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi

Tak hanya jahe, rempah jenis lengkuas  juga ikut naik, yang awalnya seharga Rp 5.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 7.000 per kilogramnya. Tak hanya harganya yang naik, stok jahe dan lengkuas juga harus dipesan dahulu 2 hari sebelumnya. Jika tidak demikian, stok jahe dan lengkuas lebih sulit didapat. Karena hal ini pula Hakiki mengurangi jumlah kulaan, yang biasanya 30 kg, kini hanya sebanyak 10 kg saja.

"Laos (lengkuas, red) juga naik 2 ribu. Biasanya saya 30 kg sekali ambil, sekarang cuma 10 kg. Itupun masih pesan dua hari sebelumnya," jelas pedagang yang karib disapa Kiki ini.

Hal senada disampaikan Hasan, pedagang sayur lainnya di pasar yang sama. Ia mengaku sejak seminggu terakhir ini kesulitan mendapatkan jahe dan jika ada harganya mahal, tidak seperti biasanya.

"Sudah semingguan mas sulit dapat jahe. Kalau harganya Rp 35.000 per kilogram, itu kalau ada. Kadang tidak kebagian," ucapnya. (zr/hvn)