Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-12 15:51:55

Sukma Penari Seblang Bersua Nyi Roro Kidul

RAGA: Penari Seblang hanya menari dengan raga. Sukmanya dibawa melanglang ke alam lain.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Tari Seblang telah digelar sepekan oleh masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, mulai Jumat (6/5/2022) hingga Kamis (12/5/2022). Tarian magis ini hanya digelar di setiap bulan syawal. Tahun ini sosok Susi Susanti kembali dipercaya menjadi penari Seblang.

Karakter Tarian Seblang mempunyai keunikan tersendiri. Penarinya dipilih secara turun- temurun sesuai darah leluhurnya.

Baca Juga : Mbah Guco, Penyangga Tradisi Jawa di Kota Probolinggo

Nah, Susi Susanti memang layak ditunjuk menari Seblang. Sebab, ia memiliki garis keturunan penari Seblang. Nenek Susi bernama Mbah Enah, dulunya merupakan penari Seblang legendaris di zamannya. Kemudian Wahyuni, kakak Susi, juga menari Seblang di tahun 2006.

Baca Juga : Seblang Olehsari, Tarian Magis Sambut Wisatawan Banyuwangi

Keunikan berikutnya dalam Tari Seblang, pada saat menari, si penari dalam kondisi in trance. Raganya hanya bergerak mengikuti arahan sang pawang dan iringan gending Osing.

Begitulah yang dirasakan Susi Susanti. Menurutnya, saat mata dipejamkan bersama alunan gending dan mantra magis dari sang pawang, dirinya mulai masuk ke dunia lain. Raganya dirasuki roh leluhur untuk menari berjam-jam.

Di alam bawah sadar, Susi melanglang ke sejumlah tempat dengan didampingi dayang-dayang, menggunakan kereta kencana. Susi pun bersua dengan Nyi Roro Kidul di wilayah pantai selatan.

"Saya diajak ke beberapa tempat. Ada Nyi Roro Kidul dan beberapa orang lainnya. Tetapi mereka tidak berbicara, hanya mengarahkan. Tempatnya bagus-bagus," tutur Susi yang ditemui pasca pagelaran Tari Seblang.

Saat sukma Susi melanglang di alam gaib, raganya menari di lokasi Tari Seblang hingga berjam-jam lamanya. Tak jarang, ketika hari menjelang petang, Susi tak kunjung sadar. Sebab, di alam gaib dia merasakan sebuah kenyamanan tersendiri.

"Kadang lama nggak sadar-sadar, karena saya nggak mau kembali. Saat diantar ke sebuah gerbang besar, saya nggak mau masuk," ungkap Susi. Menurutnya, gerbang besar tersebut merupakan jalur kembalinya sukma Susi ke raganya.

Susi sudah menjadi penari Seblang sejak 2018. Lalu pada 2020 dan 2021 dia tak menari lagi karena pembatasan kegiatan selama pandemi Covid-19. Baru pada 2022 ini Susi kembali ditunjuk untuk menari Seblang.

Namun, Susi kali ini ditunjuk menari Seblang dalam kondisi dirinya sudah menikah. Padahal penari Seblang yang ditunjuk biasanya adalah seorang perawan dari keturunan penari-penari sebelumnya.

Karena sudah menikah, ada pantangan tersendiri bagi Susi dan suaminya, Nofisabhani. Mereka berdua harus berpisah ranjang selama perhelatan Seblang tujuh hari.

Namun, Susi dan suaminya bertekad, sejak sebelum Syawal, mereka sudah membiasakan diri tidak tidur bersama. Beruntung, sang suami tidak keberatan. Dia menerima dengan lapang dada karena sang istri mengikuti arahan sesepuh untuk mematuhi pantangan ini.

"Saya memahami. Mau bagaimana lagi? Ini merupakan tradisi dan budaya masyarakat sini," cetus Nofisbhani.

Tari Seblang merupakan ritual sakral yang sudah ada sejak 1930-an. Bahkan ada yang menyatakan tarian tersebut sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ritual Tari Seblang digelar dengan tujuan utama menyucikan desa dan memohon keselamatan.

Menurut Ansori selaku Ketua Adat Seblang Olehsari, Tari Seblang Olehsari ini merupakan ungkapan syukur sekaligus difungsikan menyucikan desa dan mengharap keselamatan. "Diwujudkan dengan ritual seperti ini, adalah warisan dari leluhur kepada kami yang dilakukan secara turun temurun," jelasnya.

Waktu penyelenggaraan Tari Seblang setiap tahun tidak bisa dijadwalkan secara pasti. Yang bisa dipastikan hanya di kisaran awal bulan Syawal. Kepastiannya tergantung isyarat yang diberikan leluhur kepada masyarakat setempat. (rl/why)