Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2022-06-23 08:20:38

Sukses Siswa MAN 1 Kota Probolinggo di Ajang Olimpiade Nasional; Gagal Dua Kali, Bangkit dan Sukses Raih Emas dan Perak

BERPRESTASI : Siswa berprestasi MAN 1 Kota Probolinggo foto bersama Kepala MAN 1 Kota Probolinggo dan dewan guru.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dua siswa MAN 1 Kota Probolinggo sukses meraih prestasi di ajang olimpiade nasional. Yakni, Rudi Aprilianto dan halimatus Sa’diyah. Khusus Rudi –sapaan akrabnya -, namanya sudah familiar di madrasah yang dipimpin Siti Fatimah tersebut. Maklum, ia merupakan ketua OSIS.

Tadatodays.com berkesempatan berbincang dengan pria berbadan tegap itu di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sosok siswa yang menjadi pioner lahirnya prestasi di bidang olimpiade nasional itu, banyak bercerita jatuh bangunnya meraih prestasi. Rudi yang didampingi teman-temannya yang juga sukses di ajang tersebut, mengaku tak percaya.

Baca Juga : Sukses Siswa MAN 1 Kota Probolinggo di Ajang Olimpiade Nasional; Gagal Dua Kali, Bangkit dan Sukses Meraih Emas dan Perak

Rudi mengatakan, di ajang sebelumnya, ia seringkali gagal saat mengikuti olimpiade nasional. Meski begitu, ia mengaku tak kapok. Saat gelaran Prisma Cendekia Foundation tahun 2022, ia kembali mencoba peruntungannya. Hasilnya, ia meraih medali perak di mata pelajaran (mapel) Geografi lewat ajang Prisma Sosial Science Competition.

Baca Juga : MAN 1 Kota Probolinggo Raih Prestasi Gemilang, Memborong 59 Medali Olimpiade Nasional

Tak berhenti sampai di situ, di ajang yang sama, Rudi berhasil meraih medali emas di mapel Sosiologi. “Jadi saya meraih dua medali sekaligus, mapel Sosiologi dan Geografi,” katanya bangga. Rudi sendiri semul tak percaya ketika mendapat kabar bahwa ia meraih dua medali sekaligus.

 “Saat itu saya takziah ke Malang, tiba-tiba dapat kabar berhasil. Ya, saya bersyukur lalu informasi itu saya teruskan ke Bu Ely (guru pendamping, Red) dan Bu Fatim (Siti Fatimah, kepala MAN 1 Kota Probolinggo, Red),” terangnya. Ia mengaku bangga, karena teknik lomba dalam olimpiade tersebut terbilang susah, meskipun dilakukan secara online.

Tes menggunakan metode Computer Based Test (CBT) seperti ujian nasional atau seleksi CPNS. Nilainya nanti dirangking mulai Jawa Timur hingga Nasional. Salah satu mata pelajaran yang paling sulit menurutnya adalah Matematika. Maklum, ia mengaku lemah dalam mapel tersebut. Namun, Rudi mengaku kuat di hafalan.

TELADAN: Siswa-siswi MAN 1 Kota Probolinggo yang berhasil meraih prestasi di ajang olimpiade nasional. Mereka berharap, prestasi itu menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya.

Pehobi sepakbola ini mengatakan, selama mengikuti lomba, rajin berlatih soal. Selain itu, ia mendalami materi dengan konsultasi pada guru, hingga berlangganan aplikasi ruang guru. “Salah satu pendorongnya Bu Fatim, makanya saya terus mencoba sampai berhasil,” jelasnya.

Dari prestasi itu, Rudi berharap menjadi pelecut semangat siswa lainnya. Terbukti, siswa MAN 1 Kota Probolinggo mulai mengikuti jejaknya. Di antaranya, Halimatus Sakdiyah, Hera Yuniarsih, Hidayah Nur. F, dan Faris.

Halimatus Sakdiyah bercerita, ia juga sempat gagal beberapa kali mengikuti olimpiade nasional di mapel ekonomi. “Bagi saya yang paling sulit ekonomi. Sudah ikuti berkali kali selalu gagal,” katanya memulai pembicaraan. Tapi, di tengah kesulitan itu, Halimah tidak berhenti dan terus bersemangat mengikuti lomba.

Hingga akhirnya, kesuksesan itu datang juga. Saat melakukan usaha kesekian kalinya, Halimah berhasil meraih medali emas Indonesia Economic Olimpiad 2022 yang digelar Lembaga Sains Pelajar, April 2022. “Alhamdulillah saya akhirnya berhasil,” kata gadis yang mahir berbahasa Inggris ini.

Sama dengan Halima, ketiga rekannya yang lain juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Sempat gagal di awal keikutsertaannya dalam olimpiade, akhirnya berhasil mengharumkan nama madrasah. “Kami bersyukur bisa memenangkan lomba. Dengan begitu, motivasi kami semakin tinggi untuk berprestasi,” kata Hera.

Hidayah menambahkan, lomba Sains bisa menambah wawasan keilmuannya. Sekaligus teman baru. “Terima kasih buat kepala MAN 1 dan guru yang sudah memberikan bekal buat kami,” katanya. (*/mus/sp)