Muhammad Syaihul Mizan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-17 18:37:49

Sumber Mrutu Lumajang, Perpaduan Sumber Air Jernih dan Kafe Alam

GEMERLAP: Cahaya lampu warna warni di kafe alam Sumber Mrutu, membuat betah setiap pengunjung sambil menikmati menu.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Sumber Mrutu adalah salah satu tempat wisata alam yang banyak dikunjungi di Kabupaten Lumajang. Wisata Sumber Mrutu tidak hanya mengandalkan kejernihan air segar yang keluar dari perut bumi, namun juga dipadukan dengan keberadaan kafe berkonsep alam di tengah sawah.

Ya, Sumber Mrutu yang terletak di Dusun Mrutu,Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang Itu, lokasinya dikelilingi area persawahan Desa Pandansari. Jadi, setelah badan disegarkan usai mandi di sumber air, pengunjung selanjutnya bisa menikmati menu yang ditawarkan kafe yang berada di sisi barat daya sumber air.

Baca Juga : Omzet Bumdes Alasmalang Banyuwangi Anjlok, Gegara Pandemi

Tapi, sebelum menikmati menu kafe, yuk kita kupas dulu wisata Sumber Mrutu.

Baca Juga : Tahun 2021, Banyuwangi Fokus Pariwisata Berbasis Desa

Wisata Sumber Mrutu ini menyuguhkan air jernih berwarna kebiru-biruan. Air jernih itu keluar dari tengah kubangan air, dan di sisi barat sumber terdapat pohon besar. Akan tetapi, pengunjung dilarang mandi di bawah pohon tersebut. Pengunjung hanya boleh mandi di kubangan yang di tengah-tengahnya keluar sumber air. Kira-kira, kedalaman kubangan Sumber Mrutu sekitar 1 meter. Cukup dangkal dan aman.

Nah, bagi pengunjung yang membawa anak atau balita, mereka tetap bisa menikmati segarnya air di kubangan sisi utara. Sebab, di sisi utara kubangan dilengkapi dengan dipan bambu sebagai sarana bagi anak saat mandi.

Lalu, di sisi timur kubangan dilengkapi dengan sarana ayunan dan jembatan sederhana berukuran kecil. Namun pengunjung harus berhati-hati di area tersebut, sebab kubangan di area tersebut lebih dalam dari kubangan di sumber air.

ALAMI: Tumbuhan padi yang hijau menguatkan kafe Sumber Mrutu sebagai kafe yang menyatu dengan alam.

Air dari tiga area kubangan itu mengalir ke arah timur menuju sungai di Desa Pandansari. Nah, di aliran sungai itu sudah banyak warga setempat yang memanfaatkannya untuk mandi. Maklum, airnya masih jernih ditambah sejuknya lingkungan karena banyaknya pepohonan rindang di sekitar Sumber Mrutu.

Setelah puas basah-basahan di Sumber Mrutu, barulah pengunjung menikmati menu yang ada di kafe sawah. Meski kafe tersebut berada di lokasi wisata yang tengah digandrungi warga Lumajang, namun harganya tetap terjangkau. Seperti, menu nasi dan ayam goreng geprek plus jus buah yang dipatok seharga Rp 20 ribu.

Kalau urusan rasa, ya hampir sama dengan menu di kafe atau warung makan pada umumnya. Tapi, yang membedakan adalah suasana alam pedesaannya. Pengelola kafe membangun sejumlah gazebo yang dikelilingi tanaman padi nan hijau, sehingga udaranya pun sejuk. Dan, jika cuaca sedang cerah, pengunjung bisa melihat langsung Gunung Semeru yang menjulang.

Toha, 35, pengelola wisata Sumber Mrutu, menyempatkan untuk menemani tim tadatodays.com saat bersantai di salah satu gazebo sambil menikmati jus buah. Toha menceritakan, dulunya, Sumber Mrutu hanyalah sumber air biasa yang tidak dikelola. Tapi, berkat idenya, Toha kemudian mengusulkan kepada Kepala Desa Pandansari, yang tak lain pamannya sendiri untuk mengemas Sumber Mrutu menjadi tempat wisata alam.

Rencana mengubah Sumber Mrutu menjadi tempat wisata tercetus pada tahun 2020 lalu. Setelah mendapat izin dari kepala desa setempat, pria berkepala plontos inipun langsung menggelontorkan dananya untuk menyulap Sumber Mrutu yang berada di tanah Desa itu. Tak tanggung-tanggung, ia langsung menguras kantongnya sebesar Rp 200 juta. “Bulan September lalu dimulai penggarapan fasilitas,” terang Toha.

JERNIH: Kejerninah air di kubangan Sumber Mrutu tak hanya menyegarkan, tapi juga dipercaya bisa mengobati penyakit.

Setelah sebagian fasilitas berdiri, seperti toilet, lapak-lapak dagangan yang dimanfaatkan oleh warga setempat, dan area parkir, wisata alam itupun dibuka untuk umum. Tak disangka, animo masyarakat Kecamatan Kedungjajang cukup tinggi. “Karena respon pengunjung bagus, akhirnya saya tambah lagi fasilitas yang lain termasuk kafe ala mini. Kalau ditotal, ya gak sampai 1 miliar rupiah,” ungkapnya.

Kini, Wisata Sumber Mrutu tidak hanya digandrungi oleh masyarakat Lumajang. Warga luar kota pun, seperti Probolinggo, Malang, Surabaya dan daerah lain di Jawa Timur. “Pengunjung dari Bali juga ada,” kata Toha.

Untuk mempromosikan wisata alam tersebut, Toha telah memanfaatkan banyak media sosial. “Saya menggandeng anak-anak muda setempat yang ahli dalam bidang IT. Saya juga kerjasama dengan agen travel," papar pria yang juga berprofesi sebagai lawyer itu.

Penasaran dengan wisata alam Sumber Mrutu?. Datang saja.

Akses menuju wisata alam tersebut tak terlalu sulit, lho. Dari pusat kota Lumajang, anda bisa melintasi Jalan Raya Lumajang ke arah utara dengan melewati Terminal Minak Kocar, yang berada di Kecamatan Kedungjajang. Dari terminal terus ke utara menuju kawasan bekas mall di sisi timur Jalan Raya Lumajang, Kecamatan Kedungjajang.

Sementara, bagi pengunjung dari arah Probolinggo atau Surabaya, bekal mall di Jalan Raya Lumajang, Kecamatan Kedungjajang itulah yang menjadi jujugan awal.

Nah, di depan bekas mall itu atau di barat jalan terdapat gapura menuju Desa Pandansari. Teruslah ke arah barat hingga menjumpai papan petunjuk Sumber Mrutu ke arah selatan. Ke arah selatan kira-kira sejauh 300 meter dengan melewati jalan aspal yang dikelilingi persawahan, dan akan dijumpai gapura wisata Sumber Mrutu.

Sesampainya di Sumber Mrutu, anda bisa memarkir kendaraan anda dengan tiket parkir Rp 2 ribu untuk roda dua, dan Rp 5 ribu untuk kendaraan mobil. Wisata itu dibuka mulai pukul 8 pagi sampai pukul 12 malam. Jika anda ingin ke Sumber Mrutu di malam hari, Toha menjamin keamanannya. “Sudah ada satgas keamanan di sepanjang jalan desa menuju Sumber Mrutu,” tegasnya. (mz/don)