Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-23 15:07:54

Tabung Oksigen Langka, Pelaku Usaha Wadul DPRD

BERHARAP SOLUSI: Sejumlah pelaku usaha mengadukan kondisi usahanya ke DPRD Kota Probolinggo, pasca langkanya tabung oksigen selama PPKM.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sejumlah agen dan distributor tabung oksigen dan pelaku usaha yang menggunakan alat tabung oksigen, wadul ke kantor DPRD Kota Probolinggo, Jumat (23/7/2021), sekira 09.30 WIB. Kepada DPRD,  mereka meminta tambahan ketersediaan tabung oksigen yang semakin langka karena banyak didistribusikan ke rumah sakit.

Pelaku usaha yang ikut mendatangi kantor dewan itu seperti, tukang las dan besi tua.

Baca Juga : Sempat Kehabisan, Ketersediaan Oksigen di RSUD Mohamad Saleh Terpenuhi

Mereka mengaku mengalami kesulitan dalam usahanya sejak dua pekan lalu, lantaran terbatasnya tabung oksigen. Setibanya di kantor dewan, mereka ditemui oleh Ketua DPRD Abdul Mujib. Namun, audiensi itu berlangsung tertutup.

Baca Juga : Permintaan Tinggi dan Harga Naik, Ketersediaan Oksigen di Kota Probolinggo Mulai Langka

Bambang, pemilik UD Syarifah Gas yang berada di Jl. KH Abdul Azis mengatakan, pihaknya menyadari keterbatasan tabung oksigen karena dampak pandemi covid-19. Karenanya ia meminta adanya penambahan tabung.

Ia menyadari, pabrik yang memproduksi tabung oksigen selama PPKM Darurat diprioritaskan untuk rumah sakit. "Tapi berharap agar usaha tetap jalan," kata Bambang.

Dari hasil audiensi tersebut, Bambang menyampaikan bahwa Ketua DPRD masih akan berkoordinasi dengan pabrikan.

Sementara, Ketua DPRD Abdul Mujib menuturkan, paguyuban dan asosiasi besi tua di Kota Probolinggo mengeluhkan langkanya tabung oksigen yang berdampak pada usahanya.

Ia menyebut, pertrmuannya dengan pelaku usaha tabung oksigen telah membuahkan hasil. "Akan koordinasi dengan penyedia," katanya.

Mujib menilai, selama pandemi covid-19 seluruh sektor usaha mengalami penurunan.  

Termasuk langkanya tabung oksigen untuk dunia usaha. "Kalau (dunia) usaha bisa ditunda. Tapi kalau urusan nyawa tidak bisa ditunda," ujarnya. (ang/don)