Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-01 18:28:25

Tagihan Listrik PJU Besar, Ini yang Dilakukan Dishub Kabupaten Probolinggo

LISTRIK: Tagihan listrik PJU di Kabupaten Probolinggo terus membengkak. Karena itu Dishub melakukan rasionalisasi, termasuk pengecekan sambungan listrik ilegal.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, melaporkan besarnya tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU). Setiap bulannya Dishub menghabiskan sekitar Rp 2,3 milyar untuk pembayaran tagihan listrik itu. Tagihan tersebut diakibatkan karena penggunaan PJU yang belum efisien.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Taufiq Alami mengatakan ketidakefisiensinya itu yang menjadi tagihan membengkak. Sehingga pihaknya bersama PLN melakukan survei lapangan dan lakukan rasionalisasi PJU untuk mengubah tagihan menjadi sehemat mungkin.

Baca Juga : Masuk PPKM Level 2, PJU di Kraksaan Masih Mati. Ini Alasannya

Dalam survei sejak awal tahun itu, setiap PJU disesuaikan dengan data yang masuk pada tagihan PLN setempat. "Tapi dua bulan belakangan ini lebih digencarkan," katanya, saat ditemui di Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga : PJU Dimatikan, Pemkot Probolinggo Hemat Rp 32 Juta Per Juli

Upaya untuk menekan tingginya tagihan itu, salah satunya mengganti lampu merkuri ke lampu LED.  Selain itu melakukan pengecekan terhadap beban yang tak terduga, dimana beban tersebut ditemukan dari banyaknya sambungan ilegal di sepanjang jalan Kabupaten Probolinggo.

Dalam hal ini pihaknya perlu ketelitian, karena sambungan ilegal tersebut terkadang dipasang secara samar-samar dan lolos dari pengecekan. Namun semua upaya tersebut dinilai cukup efektif karena sejak bulan Juli kemarin tagihan mulai menurun. "Bulan Juli jadi Rp 1,7 miliar," ujar mantan Sekretaris Disperindag ini.

Saat ini Dishub tetap melakukan upaya tersebut, sehingga semua sambungan ilegal dapat ditemui. Dengan harapan tagihan semakin berkurang. (zr/don)