Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-22 14:10:46

Tahun 2022, Posyandu Tidak Didukung Anggaran PMT

POSYANDU: Aktivitas ibu-ibu di Posyandu, kini tidak didukung anggaran untuk pemberian makanan tambahan (PMT).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tahun 2022 ini tidak ada anggaran pemberian makanan tambahan (PMT). Ini didasarkan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Kementerian Kesehatan (Juknis Permenkes) nomor 2 tahun 2022. Kegiatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) penyuluhan Posyandu sudah dihapuskan. Kini, Posyandu harus mandiri mengadakan PMT di masing-masing daerahnya.

Posyandu menerima PMT terakhir pada Desember 2021. Biasanya berupa biji kacang hijau dan biskuit susu. Namun, karena tahun ini tidak ada anggaran, Posyandu terpaksa harus mendapatkan donasi dari sumber lain, seperti lembaga swadaya, CSR dan donatur lainnya.

Baca Juga : Finalis Anvapro 2022; Di RW 8 Kedungasem, Ibu-Ibu Iuran Posyandu dengan Sampah

Posyandu Sumber Pacar di RW 1 Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo mengatasi ketiadaan anggaran PMT dengan iuran. Misiatu, kader Posyandu tersebut mengatakan, setiap RT di RW 1 harus membayar iuran sebanyak Rp 25 ribu per bulan.

Kemudian masing-masing ibu yang ada di RW 1 juga menyumbang sebesar Rp 1.000. Selain itu setiap pertemuan Posyandu disedikan sebuah peti untuk sumbangan sebesar Rp 2.000 setiap balita yang kunjungan. “Walau anggaran PMT untuk tahun ini ndak ada, kami harus mencari cara agar PMT terpenuhi,” ujar Misiatu melalui telepon, Jumat (22/7/2022).

Penghapusan anggaran PMT iini dibenarkan oleh Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Kanigaran Drg Luluk Muyassaroh. Melalui pesan whatsapp pada tadatodays.com, Luluk menyatakan bahwa awal tahun 2022 memang tidak ada anggaran untuk PMT penyuluhan posyandu. Ini berdasarkan hasil deksripsi penyusunan rencana kegiatan dana alokasi khusus (DAK) bidang kesehatan tahun 2022, bahwa kegiatan PMT penyuluhan posyandu tidak ada. “Tahun 2022 memang tidak ada,” ujarnya.

Luluk menambahkan, anggaran PMT untuk tahun 2021 ada di DAK BOK atau biaya operasional kesehatan. Namun, untuk tahun 2022, anggaran PMT tidak ada. Sehingga, petugas puskesmas mengajukan pengadaan anggaran pada P-APBD pos Dinkes Kota Probolinggo.  Hasilnya, tahun 2022 akhir hingga 2023 anggaran PMT akan diadakan kembali. “Kami usulkan diadakan kembali,” tuturnya. (alv/why)