Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-02 13:41:16

Tak Laku, Petani Probolinggo Cabut Pohon dan Bakar Tembakau

BAKAR: Sejumlah petani memilih membakar tembakaunya yang dihargai murah. Mereka menduga, harga tembakau rendah karena gudang pabrikan rokok belum juga buka.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Belum dibukanya sejumlah gudang tenbakau di Kabupaten Probolinggo dituding menjadi biang kerok anjloknya harga tembakau saat ini. Karena itu pula sejumlah petani di Desa Petunjungan, Paiton memilih membakar tembakau yang telah dipanennya pada Senin siang (31/8/2020) sekira pukul 13.00 WIB.

Tahirudin, petani asal desa setempat menyampaikan bahwa aksi yang di lakukannya itu, merupakan bentuk  kekecewaannya. Karena gudang yang enggan buka, tembakau tidak laku sama sekali. Jika ia memaksa untuk menjual, harganya pun sangat murah.

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

"Saya kesal mas, karena tembakau saya belum bisa dijual. Karena gudang masih tutup, tapi kalau di paksa dijual dengan  sembarangan harganya malah murah," tuturnya pada Tadatodays.com

Baca Juga : Pupuk Langka, Gapero Sarankan Tanam Tembakau Tanpa Pupuk

Menurutnya tembakaunya saat ini hanya dihargai di kisaran Rp 10 sampai 15 ribu. Padahal di musim panen pada tahun sebelumnya, harga tembakau menembus angka Rp 30 sampai 40 ribu.

Rendahnya harga tembakau saat ini, membuat pendapatan yang diperoleh petani turun drastis. Merema tak mampu menutupi biaya tanam tembakau.

"Biayanya mahal mas, mulai dari nanam itu pupuk sudah mahal. Sekarang giliran mau jual tidak laku, sedangkan modal kami hutang ke bank," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Supakma, petani lainnya dari desa yang sama. Ia mengatakan, modal yang digunakannya untuk menanam tembakau berasal dari bank. 

"Kan gudang belum buka sama sekali. Ini masih di tumpuk, untuk belanja saya cari hutangan pak. Beli pupuk juga mahal dulu, untuk modal saya pinjam ke Bank Mekar (bank mingguan, Red)," ucapnya dengan nada kecewa.

Mereka pun mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena tak memiliki kekuasaan untuk memaksa  gudang pabrikan rokok segera buka. (zr/hvn)