Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-01 20:10:06

Talkshow Hari AIDS, Sebut Fenomena Lelaki Seks Lelaki

HIV/AIDS: Sukardi Mitho (kiri) menyebutkan bahwa saat ini muncul fenomena seks antar sesama lelaki yang disebut Lelaki Seks Lelaki (LSL). Nah, LSL itu ada di Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo, pada Rabu pagi, (01/12/2021) menggelar talkshow memperingati Hari AIDS Sedunia. Salah satu pembahasan yang mengemuka dalam talkshow tersebut, yakni adanya seks antar sesama lelaki.

Talkshow bertempat di Gedung Bale Hinggil, unjuk wicara  yang ditayangkan melalui live streaming tadatoday tv itu mengusung tema “Akhiri AIDS: Cegah HIV, Akses untuk Semua".

Baca Juga : Masuk Level 1, Tapi Pemkot Probolinggo Belum Lakukan Vaksinasi Anak

Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Pertama, Ketua KPAD Kota Probolinggo Sukardi Mitho. Sukardi mengatakan, masih ada persoalan sosial di saat penyandang HIV/AIDS distigma negatif oleh masyarakat.

Baca Juga : Dinkes PPKB Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan dan Obat

Hal ini menandakan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman warga tentang penyakit HIV/AIDS. “Perlu pendekatan dan dukungan orang terdekat untuk memotivasi dan menyemangati pasien HIV/AIDS,” katanya.

Selain itu, Sukardi Mitho mengungkapkan persolan kedua yaitu, loose follow up sering kali terjadi karena rendahnya tingkat pengetahuan. Pasien akhirnya menjadi frustasi dengan melampiaskan ke luar daerah.

Alhasil pasien yang sempat dirawat, jadi hilang kontak dan tidak melanjutkan pengobatan. “Maka, kerja sosial bersama perlu dioptimalkan,” ujarnya.

Pembicara berikutnya, dokter Ike Yuliana selaku Konselor HIV/AIDS. Ike menyatakan bahwa selama pandemi covid-19 memang tidak bisa mengumpulkan banyak orang. Maka, ia yang betugas di Puskesmas Kanigaran, memediasi pasien dengan cara tatap muka.

Lalu guna mengurangi stigma negatif, Puskesmas Kanigaran mempunyai komunitas Kader HIV. “Yang bertugas melakukan pemberdayaan dan edukasi terhadap pasien HIV/AIDS,” tutur dokter Ike.

Sedangkan Dewi Lestari, selaku Penanggungjawab Pengendalian HIAV/AIDS pada Dinkes PPKB Kota Probolinggo menyebutkan, pemkot telah menyediakan dua lokasi mentoring layanan HIV. “Di RSUD Mohammad Saleh dan Puskesmas Kanigaran,” kata Dewi.

Dengan adanya dua tempat khusus tersebut, lanjut Dewi, pasien atau warga bisa konseling dan testing. “Sekaligus dapat melakukan pengobatan hingga pendampingan,” ujarnya.

Sesi lanjutan talkshow ini, Sukardi Mitho sempat menyebutkan bahwa ada fenomena yang patut jadi perhatian saat ini. Menurutnya, sebelumnya, penularan dan penyebaran HIV cenderung dari pekerja seks komersial dan jarum suntik dalam penggunaan narkotika. “Sekarang muncul fenomena HIV yang baru oleh kaum laki seks laki atau LSL,” kata Sukardi.

Nah, fenomena LSL ini juga ada di Kota Probolinggo. Menurut Sukardi, LSL ini merupakan laki-laki yang sudah memiliki istri dan seorang anak. “Tetapi ia juga melakukan seks kepada laki-laki lainnya,” ujarnya.

Kepada tadatoday.com, Sukardi mengaku belum memiliki penelitian resmi soal LSL di Kota Probolinggo.

Menurutnya, golongan LSL ini menganggap dirinya masyarakat menyimpang. “Jadi, mereka secara sembunyi-sembunyi melakukan pertemuan,” ucap Sukardi.

Ditanyakan apakah ada satu diantara LSL itu yang terkonfirmasi positif HAIV/AIDS, Sukardi menyebutkan ada. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes PPKB Kota Probolinggo, dokter Lusi Tri Wahyuli menyebutkan, pada tahun 2021 sebanyak 4.000 orang telah diperiksa. “Ditemukan ada 43 orang yang positif HIV,” kata dokter Lusi.

Sejumlah 43 orang tu sudah mendapatkan penanganan, dan pasien yang telah diobati sebanyak 110 orang. Sedangkan yang tidak terpantau atau loss follow up sebanyak 39 orang. 

Menurutnya, dalam skrining edukasi bukan hanya Dinkes PPKB yang terlibat. Namun, pekerjaan untuk mengurangi dan membantu mengedukasi perlu dijalankan bersama oleh Kader HAIV dan Dinas Sosial. (ang/don)