Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-12 16:09:30

Tangani Pasien Covid-19, Nakes-Tenaga Pendukung Terima Insentif Rp 5 M

CAIR: Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyerahkan insentif kepada tenaga kesehatan yang ikut menangani pasien covid-19 di wilayahnya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebanyak 184 tenaga kesehatan (nakes) dan 147 tenaga penunjang yang menangani pasien covid-19, menerima insentif dari Pemkot Probolinggo sebesar total Rp 5 miliar. Insentif tersebut bersumber dari belanja tidak terduga (BTT) pada periode Januari-Mei 2021.

Hal itu diketahui setelah Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyerahkan insentif secara simbolis kepada rutusan nakes tersebut di Ruang Edelweiss RSUD Mohamad Saleh, Senin (12/7/2021) pagi. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan semangat dan etos kerja para nakes.

Baca Juga : Dinyatakan Positif Covid-19 dan Meninggal, Keluarga Mengamuk

Para penerima terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan, tenaga administrasi, tenaga kebersihan, pendistribusian makanan pasien, tenaga laundry, dan petugas sampah medis.

Kemudian, tenaga akademik, tenaga elektro, medik, petugas penjaminan, petugas farmasi, tenaga keamanan, dan transporter.

Selanjutnya, petugas screening, manajer pelayanan pasien, petugas pencegahan pengendalian infeksi, petugas kamar jenazah, sopir ambulans dan pendistribusian oksigen.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengapresiasi seluruh jajaran di RSUD Mohamad Saleh. Ia juga menyampaikan, di tengah melonjaknya pasien covid-19, nakes diharapkan dapat menjaga kesehatan dan imunitas supaya stabil. "Mengingat pandemi saat ini semakin mengkhawatirkan," katanya.

Selain itu, politisi PKB ini menerangkan bahwa masyarakat dapat memfilter informasi dan berita soal covid-19. Apakah itu hoaks atau tidak. Menurutnya, banyak dokter dan perawat, pejabat pemerintahan, dan TNI-Polri yang meninggal akibat terkonfirmasi positif covid-19.

Ia juga meminta RSUD Mohamad Saleh untuk mengambil langkah terkait ketersediaan oksigen. "Kendala-kendala apapun harus kita pikirkan sejak dini," ujarnya. (ang/don)