Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-28 23:04:08

Tanggul Jebol, Kecamatan Dringu Diterjang Banjir selama Dua Hari

TERENDAH: Dusun Satrian, Desa Kedungdalem, menjadi kawasan terendah di Kecamatan Dringu yang diterjang banjir.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Banjir kembali terjadi di Desa Kedungdalem dan Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (28/2/2021) malam. Banjir kali ini merupakan banjir hari kedua yang terjadi berturut-turut, sejak Sabtu (27/2/2021) malam kemarin.

Menurut warga terdampak banjir, terjangan banjir kali kedua ini lebih besar dibanding pada hari Sabtu kemarin yakni mencapai 1,5 meter. Bahkan, sampah juga menyertai banjir di dua desa tersebut.

Baca Juga : Selama Pandemi, Jumlah Sampah Rumah Tangga Bertambah

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, ada tiga penyebab utama terjadinya banjir di Dringu. Pertama, dua desa tersebut berada di sekitar aliran sungai Kedunggaleng yang aliran hulunya berasal dari kawasan Gunung Bromo. Diketahui, saat ini intensitas hujan di kawasan lereng Gunung Bromo sedang tinggi.

Baca Juga : Menumpuk, Pakaian Layak Pakai di Posko Banjir Dringu Banyak Tak Didistribusikan

Kedua, tanggul di Desa Kedungdalem kondisinya jebol sehingga memudahkan air sungai meluap dan masuk ke rumah warga di desa tersebut. Ketiga, di kawasan pesisir Desa Dringu mengalami pasang air laut yang berdampak lamanya banjir surut.

Dalam penanganan banjir di Desa Dringu dan Kedungdalem, terpantau petugas Polsek dan Koramil Dringu, bersama BPBD, Tagana dan Dinas Sosial setempat bahu-membahu menangani dan mengevakuasi warga korban bencana banjir.

Aries, 35, warga Dusun Satrian, Desa Kedungdalem, mengatakan bahwa banjir kali ini lebih parah dibanding Sabtu kemarin. "Ini yang paling parah," ujarnya saat di temui di lokasi.

Sementara, Mulianto, 40, warga Desa Dringu mengatakan, air mudah masuk dikarenakan tanggul di Desa Kedungdalem jebol sekira pukul 23.00 WIB, Sabtu kemarin. Menurutnya, ketinggian air banjir mencapai dada orang dewasa. "Paling parah di dekat laut sana," katanya. (ang/don)