Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-20 14:33:28

Tangkapan Menurun, Harga BBM Naik, Nelayan Paiton Tidak Melaut

TIDAK MELAUT: Kapal-kapal nelayan Desa Sumberanyar, Paiton, terpaksa tidak melaut. Selain hasil tangkapan sepi, kenaikan harga BBM membuat nelayan memilih tidak melaut.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dirasakan langsung dampaknya oleh nelayan Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Mereka memilih tidak melaut karena biaya operasional bertambah, sedangkan tangkapan ikan menurun.

Hal itu diungkap Ahmad Wafa, seorang nelayan Sumberanyar, saat dikonfirmasi pada Selasa (20/9/2022). Wafa mengatakan, tangkapan ikan saat ini sepi. Karena itu, Wafa yang mempunya kapal jenis selerek, memilih tidak  melaut. "Seminggu ini sudah tak melaut, tangkapan ikan sepi," katanya.

Baca Juga : Tarif Tidak Naik, Gapasdap Banyuwangi Kurangi Trip Pelayaran

Jika dipaksakan melaut, Wafa memperkirakan hanya mengalami kerugian. Sebab, untuk sekali berlayar  dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB, bisa menghabiskan sekitar Rp 500 ribu untuk membeli BBM solar dan biaya operasional. "Itu sebelum harga solar naik," katanya.

Baca Juga : Nelayan Mengeluh Kesulitan BBM, Gubernur: Sampaikan Usulan Kebutuhan

Wafa mengaku sudah sempat berlayar ketika BBM subsidi jenis solar naik. Biaya operasionalnya membengkak jadi Rp 800 ribu setiap kali berlayar. Karena itu, terkadang dirinya mencari ikan yang tidak terlalu jauh demi menghemat biaya.

Jika sebelumnya ia mencari ikan hingga ke selat Madura, kini hanya mencari di sekitar perairan Probolinggo. Karena itu, Wafa berharap pemerintah kembali menurunkan harga BBM bersubsidi, khususnya jenis solar. Sebab, hal itu sangat berdampak bagi nelayan seperti dirinya. (zr/why)