Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-12 17:56:36

Target Penurunan Mobilitas Warga Kota Probolinggo Belum Tercapai

DISEKAT: Petugas mulai menutup lajur selatan Jalan Panglima Sudirman di timur perempatan Randupangger Kota Probolingo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satgas Covid-19 Kota Probolinggo menambah 4 titik penyekatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sejak 3-20 Juli 2021. Pasalnya, mobilitas masyarakat masih tinggi. Dari tangkapan satelit pusat, penurunan mobilitas di Kota Probolinggo hanya sekitar 12 persen.

Persentase tersebut belum mencapai target yang telah ditetapkan yakni 20 persen. Oleh karena itu, wilayah Kota Probolinggo masih tergolong kategori hitam pekat.

Baca Juga : Penerapan PPKM Berpotensi Timbulkan PHK Besar-besaran di Banyuwangi

Kasatlantas Polres Probolinggo Kota, AKP Roni Faslah menjelaskan pelaksanaan penyekatan dan pengurangan mobilitas masyarakat merupakan instruksi langsung Koordinator Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Baca Juga : Klaim PPKM Berhasil, Angka BOR Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jember Turun Jadi 75 Persen

Menurutnya, dari hasil evaluasi selama 7 hari, mobilitas tertinggi terjadi pada malam hari. “Paling ramai di daerah perkotaan,” katanya.

Penyekatan 4 titik itu yakni di perempatan traffic light Jl. Ahmad Yani dan Jl. KH. Mansyur Kelurahan Mayangan, Bundaran Gladak Serang dan pertigaan di timur Randupangger antara Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Wiroborang.

Sementara, untuk kawasan Exit Tol Probolinggo Barat tidak dilakukan penyekatan. “Terpantau sepi,” kata Roni.

Maka dari itu, penambahan lokasi penyekatan tersebut berlaku mulai Senin, (12/7/2021) tepat pukul 20.00 WIB. "Kalau disekat ini turunnya banyak, sudah 200-300 orang," ujarnya. (ang/don)