Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-07 16:55:49

Target Tahun 2022 Zero Plastik, Pemkot Ajak Masyarakat Gunakan Kantong Nonplastik

IMBAUAN: Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memberikan sambutan di hadapan peserta Ngopi Item Mesra yang digagas DLH di Taman Wisata Studi Lingkungan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan Kota Probolinggo zero plastik pada 2022 mendatang. Karena diketahui, plastik berbahaya bagi lingkunan. Namun, target itu tak mungkin terealisasi tanpa dukungan banyak pihak.

Karena itu, pemkot berharap peran serta seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program tersebut. Mulai instansi pemerintah sendiri, perusahaan, komunitas, hingga masyarakat umum.

Baca Juga : Penyerahan Banpol di Kota Probolinggo Diwarnai Absennya 6 Ketua Parpol

Hal itu diungkapkan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin saat hadir dalam kegiatan Ngopi Item Mesra (Ngobrol Peduli Lingkungan, Mitra, Perusahaan, dan Masyarakat Menuju Sejahtera, yang digelar di Taman Wisata Studi Lingkungan, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Senin (7/6/2021) sekira pukul 07.30

Baca Juga : DKUPP Kota Probolinggo Bubarkan 36 Koperasi Tak Aktif

Kegiatan tersebut, dihadiri sejumlah pihak. Di antaranya Sekretaris Daerah Ninik Ira Wibawati, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Fitriawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rachmadeta Antariksa; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Budi Krisyanto.

Kemudian, Pimpinan CV. Graha Mulia Vega Agustina Loekman, Manager Operasinal Orin and Resto Rudie Trimaryono, Senior Ass. Manager GM PT. Eratex Djaja Rika Subaidah, Ketua BPC PHRI Mahariyanto, dan Ketua Papesa Syafudin Zuhri.

Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, keberhasilan mengatasi problem lingkungan merupakan tanggungjawab bersama. Karena itu, edukasi soal sampah dan lingkungan perlu digalakkan.

 “Kami mengimbau instansi, perusahaan, sampai masyarakat mengedukasi sekitarnya untuk menjadi motor penggerak dalam melindungi lingkungan. Misalnya, pemerintah ke pegawai, perusahaan ke karyawan,” ujarnya. Menurutnya, mustahil bila persoalan sampah dibebankan pada pemerintah.

Selain itu, Habib Hadi -sapaan akrabnya- menginstruksikan pada DLH untuk merangkul komunitas serta pelaku usaha, guna memanfaatkan sampah menjadi nilai ekonomi. Termasuk, meminimalisasi penggunaan kantong plastic dan mengganti dengan kantong yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala DLH Rachmadeta Antariksa menuturkan, untuk mendukung zero plastik mulai Juni-Desember 2022, pihaknya akan terus mengkampanyekan pada stakeholder terkait. "Seperti di banyak kota lain, masyarakat tidak membawa kantong plastik kalau belanja, tapi bawa kantong sendiri dari bahan ramah lingkungan,” katanya.

Program ini menurut pria yang akrab disapa Deta tersebut, akan diterapkan di organisasi pemerintah dan perusahaan besar. Selanjutnya, secara bertahap menyasar kelompok masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, juga digelar penandatanganan komitmen bersama perusahaan dan komunitas peduli lingkungan dalam rangka pengurangan penggunaan kantong plastik. Kemudian, juga diserahka bibit pohon pada perusahaan dan komunitas. (*/ang/sp)