Tri Amelia Agustin Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-17 21:33:34

Technopark and Library, Inovasi SMKN 1 Probolinggo untuk Memperdalam Kemampuan Siswa dalam Dunia Digital

GAGASAN: Kepala Sekolah Menengah Kejuruan 1, Dwi Anggraeni membuka ruangan technopark sebagai sarana pembelajaran.

Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu negara adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas . Hal ini disadari betul oleh Dwi Anggraeni, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Kota Probolinggo. Karena itu, wanita ini pun membuat program baru dengan meluncurkan perpustakaan digital yang diberi nama "Technopark and Library". Program ini diluncurkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi.

TRI AMELIA AGUSTIN SUBANDI, Wartawan Tadatodays

Baca Juga : Kadispendik Jatim Resmikan Technopark SMKN 1 Kota Probolinggo

DIDAMPINGI Kepala SMKN 1 Kota Probolinggo Dwi Anggraeni, Kadispendik Jatim meresmikan Technopark and Library pada Senin 16 November 2020.

Baca Juga : Kadispendik Jatim Resmikan Technopark di SMKN 1 Kota Probolinggo

Ditemui di ruang kerjanya Dwi Anggraeni menjelaskan awal mula diluncurkannya inovasi technopark. Menurutnya, kata park pada umunya diartikan sebagai taman bermain. Namun karena pihaknya dalam hal ini adalah representasi, park diartikan sebagai taman belajar.

"Jadi technopark diartikan sebagai taman teknologi yang tentunya berkaitan dengan edukasi di SMKN 1. Kalau dulu siswa mengetik memakai mesin biasa, sekarang jamannya sudah beralih ke laptop dan android. Bahkan untuk mendesain sekarang jamannya sudah canggih dengan memakan pen tab. Jadi semua bentuknya itu ada di Technopark ini," kata Ani sapaan akrab Dwi Anggraeni.

Perempuan berhijab ini mengatakan, masing - masing jurusan di sekolah ini, mempunyai ciri khas tersendiri. Itu bisa ditemukan melalui bentuk media pembelajaran yang sudah diliterasikan kemudian  disajikan dalam bentuk teknologi digital.

"Jadi di technopark ini banyak media yang dibutuhkan oleh siswa. Untuk mengetahui deskripsi kapan dan tahun berapa dibuat, termasuk siapa yang menciptakan semuanya bisa diketahui di Technopark. Jadi technopark ini merupakan kombinasi lama dan pengetahuan sekarang," kata Ani.

Kehadiran Technopark Library memiliki kegunaan sendiri bagi pembelajaran siswa di kala pandemi. Saat ini siswa tidak diperbolehkan melakukan prakerin di luar sekolah. Sementara anak-anak tetap dituntut untuk menghasilkan sesuatu dan memahami materi. Jadi di technopark library ini bisa dibuat literasi tulis dikombinasi dengan literasi sainsnya.

MODEL: Aneka bentuk alat perkatoran yang kerap digunakan siswa dalam membuat laporan atau melakukan tugasnya.

Ani menjelaskan apa yang mendasarinya kemudian meluncurkan program atau inovasi Technopark Library ini. "Technopark ini tidak hanya ada di SMKN 1 saja, di sekolah lain juga ada. Seperti dulu saya pernah ke SMKN 7 Semarang. Ternyata  isinya karya - karya dari siswa. Berangkat dari situ saya berfikir kenapa SMKN 1 tidak bisa begitu. Dan ketika orang ingin tahu pembelajaran di SMKN 1 seperti apa, cukup datang ke Technopark," jelasnya.

Dwi Anggraeni mengatakan bahwa ruang technopark menjadi salah satu upaya sekolah menciptakan I-BEST "Inkubator Bisnis, Edukasi, Saind dan Teknologi di SMKN 1 Probolinggo. Berharap dalam jangka panjang menjadi sentra ekonomi masyarakat sekitarnya. Technopark menjadi taman pendidikan berbasis teknologi yang dapat mendukung soft skill dan hard skill siswa secara visual,” terang Dwi Anggraeni.

Saat Tadatodays berkeliling, di ruang tersebut juga dapat ditemui media RPL. Seperti apa dulu perjalanan media RPL sampai sekarang dan yang akan datang. "Harapannya dengan adanya technopark ini SMKN 1 lebih maju. Karena SMKN 1 ini sekolah berbasis  bisnis manajemen, dengan techno park ini SMK ini bisa menciptakan sekolah yang nantinya kedepan menjadi sentra pengembangan ekonomi masyarakat," pungkasnya.

Setelah Technopark diresmikan, ke depannya tempat ini diharapkan bisa menjadi ruang belajarnya anak-anak. Karena di technopark juga banyak media yang harus dikenalkan ke siswa. "Suatu misal pembelajaran di kelas dirasa membosankan, guru bisa melanjutkan pembelajaran di ruang Technopark," tutup Ani. (mel/hvn)