Temani Bosnya Latihan Menembak, Pria Ini Tewas Tertembak Senapan Angin

Zainul Rifan
Zainul Rifan

Thursday, 07 Apr 2022 19:07 WIB

Temani Bosnya Latihan Menembak, Pria Ini Tewas Tertembak Senapan Angin

TERTEMBAK: Jenazah Idam Kholik masih berada di kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan, untuk menunggu tim Forensik Polda Jawa Timur. Hingga pukul 18.00 WIB, tim Forensi belum tiba.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Seorang pria tewas tertembak senapan angin milik bosnya yang sedang melakukan latihan tembak, di area persawahan Dusun Sukun, Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Kamis (7/4/2022) sekitar pukul 12.45 WIB.

Identitas korban tertembak itu yakni Idam Kholik, 30, warga Dusun Rondukuning Rt 07 Rw 04, Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Sementara sang bos bernama Daud Patriono Immanuel, 50, warga Desa Wirolegi Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Kapolsek Maron, Iptu Samiran menceritakan peristiwa itu bermula saat Daud sedang melakukan latihan tembak di area pesawahan, dan didampingi oleh Idam Kholik. Dalam latihan itu, bidik sasaran ditempelkan di sebuah kardus yang ditempelkan ke pohon kelapa. Jarak antara titik sasaran dengan posisi menembak sekitar 60 meter.

Nah, saat Daud mulai menembak, Idam berada di dekat bidik sasaran. Kemudian korban yang saat itu kebetulan berada dekat dengan sasaran, terkena senapan angin milik pelaku. Peluru pun mengenai dada kanan Idam. Pria asal Gerongan itupun terkapar.

Mengetahui karyawan kepercayaannya itu terkena tembakan, Daud langsung membawanya ke Puskesmas Condong sembari menghubungi Polsek Maron. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong dan langsung meninggal dunia saat perjalanan ke puskesmas.

Samiran mengatakan, korban meninggal selanjutnya dibawa ke RSUD Waluyo Kraksaan dengan mobil ambulans. "Pelaku kami amankan," terangnya.

Wartawan tadatodays.com kemudian mendatangi kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Di kamar jenazah, sejumlah keluarga korban mulai berdatangan. Salah satunya adalah Nurul, kakak kandung korban.

Nurul mengatakan, mulanya, dirinya mendapat kabar bahwa meninggal sekira pukul 13.30 WIB. Namun saat itu mendapat kabar bahwa Idam kecelakaan, dan bukan karena tertembak. Tak ayal, ia pun kaget ketika tiba di rumah sakit ternyata Idam meninggal karena tertembak.

Nurul menceritakan, Idam sudah lama bekerja dengan Daud di bidang jual beli ayam. Idam yang masih bujang itu merupakan karyawan yang dipercaya oleh Daud, karena Idam tergolong rajin dan penurut. "Adik ini, sering diajak berburu hewan sama bosnya," ucapnya.

Dari pantauan tadatodays.com, sekitar pukul 18.00 WIB pihak keluarga dan Polsek Maron masih menunggu tim Forensik dari Polda Jawa Timur. Sementara RSUD Waluyo Jati Kraksaan tidak mempunyai ahli autopsi bagian dalam, dan hanya mempunyai tim visum luar.

Humas RSUD Waluyo Jati, Sugianto membenarkan kalau rumah sakit belum tersedia dokter forensik untuk pemeriksaan autopsi dalam. Sehingga jika pihak keluarga tetap meminta untuk dilakukan autopsy, maka pihaknya akan meminta kepada Polres Probolinggo. "Untuk tempat kami siap memfasilitasi," katanya. (zr/don)


Share to