Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-30 22:37:50

Tembakau Tidak Terbeli, Petani Probolinggo Mengaku Rugi

MERUGI: Andik Sirajudin mengeprasi tanaman tembakau miliknya. Ia mengalami rugi karena gudang tembakau tak segera buka dan membeli hasil panen petani.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tembakau-tembakau yang ditanam di wilayah Kabupaten Probolinggo mulai siap dipanen. Sayangnya hal ini justru membuat petani mengeluh. Penyebabnya, saat ini tembakau yang ditanam terancam tidak laku, karena tutupnya gudang tembakau di kabupaten setempat.

Seperti diungkapkan Andik Sirajudin, salah satu petani asal Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Surplus, Bulog Jember akan Kirim 3.550 Ton Beras ke NTT dan Papua

"Perasaan petani sekarang ini buram mas. Hingga saat ini gudang tembakau belum dibuka. Sehingga rajangan yang dihasilkan, tidak terbeli atau tidak laku," tuturnya pada Tadaodays.com.

Baca Juga : Hujan, Petani Tembakau di Probolinggo Resah

Untuk itu ia berharap Pemkab Probolinggo segera bertindak. Caranya dengan mengumpulkan semua pabrikan rokok di kabupaten setempat guna melakukan musyawarah. Agar gudang tembakau bisa buka kembali, sehingga tembakau petani laku terjual. Jika tidak terjual, maka secara otomatis petani akan mengalami kerugian. Tak sedikit petani yang mengajukan pinjaman ke bank untuk modal bertanam tembakau.

"Modalnya petani ini pinjam ke bank, kalau tidak laku kan rugi. Ketika rugi kan tidak bisa bayar bank itu," tegasnya.

Ia mengatakan sejak awal musim tanam petani dihadapkan dengan kelangkaan pupuk. Di musim panen, para petani diuji dengan tidak lakunya tembakau. Padahal menurutnya kualitas tembakau di wilayah Kabupaten Probolinggo cukup bagus.

"Ya minimal pemkab bisa memfasilitasi para petani biar hasil rajangan tembakau terjual dengan harga tinggi. Tidak asal beli dengan senaknya, ya minimal ada ketetapan harga," jelasnya saat ditemui di sawah miliknya.

Hal senada juga disampaikan oleh Syafi'i, petani tembakau asal Desa Pondok Kelor, kecamatan setempat. Ia mengaku resah karena tidak adanya pembeli rajangan tembakau.

"Khawatir sekali mas, kabarnya gudang tutup. Kalau tutup terus seperti ini, siapa nanti yang mau membeli tembakau ini pas. Kalau tidak terbeli kan rugi ini sayany," ucapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Taufik Alami, Plt Disperindag Kabupaten Probolinggo tak mengagkat telepon. Pesan singkat via whatsapp juga tidak dibalas. (zr/hvn)