Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-05 17:05:00

Tempat Tidur Pasien Covid Terbatas, BPBD Jember Pasang Tenda Darurat

KEDARURATAN: Tenda darurat milik BPBD Jember telah terpasang di RSD Soebandi, dan akan digunakan sebagai tempat observasi pasien covid-19.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Antisipasi lonjakan pasien positif Covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendirikan 3 tenda di dua rumah sakit (RS) rujukan pasien covid-19. Tenda tersebut nantinya hanya digunakan sebagai tempat observasi pasien.

Dua RS yang halamanya didirikan tenda berukuran 6x8 meter itu, adalah RS Paru yang berada di Jalan Nusa Indah No.28, Krajan, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang, dan RSD dr. Soebandi yang berada di Jalan dr. Soebandi No.124, Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Patrang.

Baca Juga : Berkerumun di Jember, Sejumlah Pemuda Langsung Diswab

Untuk di RS Paru dipasang satu tenda, sedangkan di RSD dr.Soebandi terpasang dua tenda.

Baca Juga : Pemkab Jember Matikan Lampu PJU, Warga Merasa Aneh

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala BPBD Jember M.Jamil mengatakan, tenda sementara ini untuk tempat observasi bagi mereka yang diduga positif covid-19.

Secara teknis, sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut, pasien yang diduga terpapar Covid-19 akan ditempatkan di tenda darurat terlebih dahulu untuk mendapatkan observasi awal, berupa cek laboratorium. “Harus dipastikan hasil laboratoriumnya," katanya, Senin (5/7/2021).

Sementara, Direktur RSD Soebandi, dr. Hendro menjelaskan tenda yang telah dipasang oleh BPBD Jember digunakan sebagai ruang observasi pasien. Sebelum nantinya dibawa ke ruang isolasi, setelah hasil pemeriksaan menunjukan pasien yang bersangkutan positif covid-19.

Hendro menyebut, sejauh ini ketersediaan tempat tidur di IGD khusus pasien covid-19 sudah minim. Hal itulah yang kemudian dipasang tenda pengungsi, untuk menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien yang diduga covid-19. "Tempat tidur di IGd hanya tersisa dua," ujarnya.

Hendro melanjutkan, dari dua tenda yang terpasang pihaknya baru menggunakan satu tenda. Meski satu tenda itu berkapasitas 24 orang, namun khusus untuk penanganan pasien Covid-19 hanya bisa menampung 6 sampai 8 pasien saja. “Karena diberi jarak 2 meter antar tempat tidur,” katanya.

Hendro menambahkan, meski tujuan awal tenda tersebut untuk ruang ovservasi, namun tidak menutup kemungkinan apabila kapasitas ruang isolasi di RS penuh, maka tenda darurat itu juga akan digunakan sebagai ruang perawatan bagi pasien covid-19. (as/don)