Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-04 21:47:21

Tenaga Kerja Lokal Makin Banyak, Sementara Baru 4 Perusahaan yang Proses Rekrutmen

MINIM LOWONGAN: Ribuan pencaker di Kota Pasuruan harus banyak bersaing dengan sesama pencaker karena minimnya lowongan kerja. (foto: Istimewa)

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Lonjakan 1.034 pencari kerja tak sebanding dengan lowongan pekerjaan di Kota Pasuruan. Diketahui, hanya 4 perusahaan saja yang membuka lowongan.

Minimnya perusahaan yang membuka lowongan kerja, disebabkan pandemi covid-19. Maklum, hingga Agustus, kebutuhan produksi perusahaan tidak kunjung normal. Kabid Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan Diah Eka mengatakan, banyak dari pencaker kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

“Itu indikator kami dari yang mencari kartu kuning atau AK-1 di Disnaker. Kalau awal pandemi Maret sampai dengan Mei sangat jarang. Namun setelah Hari Raya Idul Fitri di bulan Juni, full pencakernya atau 282 orang. Itu juga sebelum Januari juga banyak,” katanya pada tadatodays.com saat ditemui di kantornya Selasa, (4/8/2020)

Baca Juga : KPU Jember Jamin Hak Pemilih yang Terpapar Covid-19

Berdasarkan catatan Disnaker setempat, Diah Eka mengungkapkan peningkatan pencaker dan loker berangsur-angsur naik sejak dibulan juni-Juli. Terbukti dari perusahaan manufaktur dan ritel yang membuka perekrutan karyawan baru.

“Total dari ribuan pencaker, 50 persen di antaranya mayoritas anak yang lulus SMA/SMK. Sisanya sarjana serta karyawan yang di-PHK. Sehingga mereka berbondong-bondong untuk bekerja. Untuk perusahaan yang membuka loker, ada yang dari PT. Siantar, Indomaret, rumah sakit, dan Coca Cola,” jelasnya.

Menyoal mengenai upaya Disnaker untuk meminimalisir pengangguran, perempuan yang akrab disapa Diah itu mengaku telah berkerja sama dengan lembaga pelatihan kerja swasta untuk mempersiapkan kemampuan calon karyawan d idunia kerja. Itu karena 5 dari 13 pelatihan yang disediakan Disnaker, anggarannya di-refocussing hampir 50 persen.

“Bila dikalkulasikan menjadi rupiah sekitar Rp, 1.2 miliar digelontorkan untuk penanganan dan percepatan Covid-19. Tapi untuk penyusunan anggaran 2021 kami masih menyiapkan,” ujarnya. (ang/sp)