Alvi Warda


Wartawan Tadatodays.com | 2022-09-04 06:36:09

Terdata Sebanyak 4.686 Pemilih TMS Periode Agustus 2022

DATA PEMILIH: KPU Kota Probolinggo melakukan pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024.

PROBOLINGGO, TADATODAYS. COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo mendata jumlah pemilih untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 per-bulannya. Pendataan ini dilakukan sejak pasca-pemilu 2019. Berdasar data periode Agustus 2022, ada sebanyak 165.311 pemilih berkelanjutan atau belum tetap. Lalu ada pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 4.686. Pemilih TMS ini gugur haknya untuk memilih.

Pemilih disebut TMS karena beberapa hal, seperti pindah keluar, meninggal, ganda, di bawah umur, tidak dikenal, anggota TNI – Polri. Berikutnya, karena hak pilihnya dicabut, bukan penduduk, dan belum memiliki KTP atau surat keterangan. Tahun ini, pemilih TMS di Kota Probolinggo terbanyak dibanding pemilu tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga : Bawaslu: Ciptakan Pemilu Ramah bagi Penyandang Disabilitas

Komisioner KPU Kota Probolinggo Divisi Perencaan Data dan Informasi Muhammad Derajad merinci, jumlah TMS dengan masing-masing penyebabnya. Dari 4.686 pemilih TMS, sebanyak 4.259 yang meninggal. Sisanya, sebanyak 427 pindah keluar.

Baca Juga : Terbuka Potensi Banyuwangi Tambah Dapil di Pemilu 2024

"Memang banyak bulan ini yang kita TMS-kan. TMS ada yang meninggal dan pindah keluar, " ujarnya melalui pesan tulis, Jumat (2/9/2022) malam. Pindah keluar yang dimaksud adalah tercatat bukan sebagai warga Kota Probolinggo lagi.

Dijelaskan, KPU memperoleh data dari stan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) di Mal  Pelayan Publik (MPP). Sejak Maret 2020, KPU Kota Probolinggo sudah membuka stan PDPB di MPP. Sehingga pencatatan pemilih baru, bisa signifikan. Hal ini hanya dilakukan oleh KPU Kota Probolinggo dari seluruh Indonesia.

Selain itu, data juga didapat dari hasil pemadanan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) semester 2 tahun 2021 KPU RI, dengan data kependudukan Kemendagri RI. Jadi,  data pemilih berkelanjutan maupun pemilih TMS ini adalah data yang sudah direkapitulasi sejak pasca-pemilu 2019 hingga Agustus 2022. "Data kematian yang kita TMS-kan itu tidak meninggal dunia di bulan Agustus saja, " ucap Derajad.

Sementara, dari hasil rekapitulasi untuk pemilih berkelanjutan, tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Dalam rekapitulasi DPB KPU Kota Probolinggo, tahun ini ada sebanyak 165.311 pemilih berkelanjutan, dengan rincian 80.517 pemilih laki-laki, dan 84.794 pemilih perempuan. Sedangkan pemilu sebelumnya, berjumlah 169.920 yang tercatat.

Derajad menambahkan, ada sebanyak 77 pemilih baru, yang masuk kategori pemilih pemula. "Bulan ini pemilih baru dari hasil pencatatan di MPP sebanyak 77," ucapnya.

PDPB ini akan berakhir bulan September 2022. Selanjutnya akan ada tahapan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih. Sebagai perlindungan KPU Kota Probolinggo atas hak pemilih melalui proses data pemilih.

PPDB tahun ini, menurut Derajad sudah maksimal, walau hasilnya kurang sesuai harapan. Sebab, banyaknya pemilih TMS. KPU Kota Probolinggo, tentu saja berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispencapil), Pihak Kelurahan, Kecamatan, Cabang Dinas Pendidikan, Kantor Kemenag Kota Probolinggo, dan lain sebagainya. (alv/why)