Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-12 15:49:41

Terjunkan 64 Mahasiswa untuk Pengembangan program Smart Kampung Banyuwangi

DUKUNGAN PENUH: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan sambutan dalam pelepasan puluhan mahasiswa yang trgabung dalam program MSIB ke desa-desa di Banyuwangi. Mereka akan membaur bersama masyarakat sekaligus melakukan transfer knowledge.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pemkab Banyuwangi memfasilitasi 64 mahasiswa dalam program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Program yang didukung penuh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini berupa pengembangan Smart Kampung di desa-desa Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas pelaksanaan program tersebut di kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (12/4/2022). Sekitar tiga bulan, puluhan mahasiswa tersebut akan berada di Banyuwangi. "Selamat datang di Banyuwangi untuk mahasiswa yang telah terseleksi. Bukan hal yang mudah dan semoga menjadi,” terangnya.

Baca Juga : UIN KHAS dan Kemenag RI Susun Alquran Terjemahan Bahasa Osing

Kemendikbudristek memilih Smart Kampung Banyuwangi sebagai salah satu tuan rumah kategori tinggi program MSIB. Program tersebut sejajar dengan program di beberapa korporasi besar seperti Shopee, Gojek, Tokopedia, dan Telkomsel.

Baca Juga : Pemkab Banyuwangi Salurkan BLT Minyak Goreng dan BSP Rp 62 Miliar

Smart Kampung sendiri merupakan program desa yang memberikan pelayanan secara online untuk mempercepat pelayanan publik di tingkat desa. Ipuk –sapaan akrabnya - menjelaskan, Smart Kampung perlu adanya pengembangan. Terutama karena program tersebut perlu pengembangan, termasuk di sektor-sektor lain selain pelayanan publik.

“Kami berharap, mahasiswa melaksanakan magang bukan hanya untuk meraih nilai namun juga menggunakan hati, tenaga, dan pikiran. Saya pesan agar kalian bisa memberikan bantuan terhadap staf dan perangkat desa sehingga Smart Kampung dapat berkembang,” jelasnya.

Ipuk juga mendorong mahasiswa untuk aktif. Sehingga tercipta proses penyebarluasan ilmu pada masyarakat desa. MSIB sendiri diikuti oleh lebih dari 6.500 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dari ribuan pendaftar tersebut, hanya 64 mahasiswa yang dinyatakan lolos.

Sementara itu, Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono mengatakan, MSIB Smart Kampung Banyuwangi memiliki 5 program magang. Di antaranya, analis ekonomi dan penanggulangan kemiskinan; analis pendidikan dan kesehatan masyarakat; analis informasi sektor publik; branding Smart Kampung; serta Hardware, Software, dan Network Engineering.

“Puluhan mahasiswa itu akan kami tempatkan di 6 desa yang tersebar di beberapa titik. Mahasiswa telah mendapatkan pemantapan sejak awal Februari, dan kami harapkan dapat menguatkan potensi smart kampung secara langsung mulai hari ini,” kata pejabat yang akrab disapa Yayan itu. (*/mus/sp)