Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-29 19:01:41

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Warga Probolinggo Menolak Diisolasi

MENOLAK: Warga berkerumun di depan rumah pasien positif covid-19. Mereka berkumpul dan membantu keluarga menolak kedatangan tim satgas yang akan mengevakuasi pasien ke rumah sehat Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satu keluarga di Dringu, Kabupaten Probolinggk menolak menyerahkan pasien yang  terkonfirmasi positif covid-19. Wanita berinisial AD, warga Dusun Parsean, Desa Tamansari kecamatan setempat, baru saja melahirkan dan dinyatakan terinfeksi virus corona. Namun keluarganya menolak jika wanita ini diisolasi.

Informasi yang berhasil dihimpun Tadatodays.com, kejadian itu berawal saat AD mendatangi puskesmas setempat, guna memeriksakan kandungannya. Saat itu, wanita ini hamil 9 bulan dan sudah memulai persiapan untuk melahirkan. Oleh tim dokter, AD disarankan melakukan rapid tes terlebih dahulu, dan ternyata hasilnya reaktif. Dengan begitu pasien hendak dirujuk ke RSUD Waluyo Jati, namun kamarnya sudah penuh. Lalu dicoba ke RSUD Tongas ternyata juga penuh. Akhirnya terpaksa pasien tetap menjalani persalinan di puskesmas.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan Digelar Terbatas

Malam itu juga AD menjalani rawat inap. Paginya, dia melahirkan bayinya dengan selamat dan sehat. Karena kesehatan ibu dan anak ini dalam keadaan baik, pihak puskesmas menitipkan pasien ke rumah sehat khusus pasien reaktif. Sambil menunggu hasil swabnya yang belum turun. Ketika genap 6 hari berjalan, hasil swabnya turun dan pasien dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19. Pihak puskesmas pun akan menggeser pasien ke rumah sehat khusus pasien covid.

Baca Juga : 7 Provokator Pengusiran Petugas Medis di Gunggungan Lor Pakuniran Akui Kesalahan

"Karena positif itu harus dimasukan ke zona merah yang khusus pasien positif. Kemudian pada saat nakesnya mempersiapkan diri untuk menggeser pasien ini, ternyata suami menjemput tanpa izin dan dibawa pulang" ungkap Ugas Irwanto, Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo pada Selasa (29/9/2020).

Kemudian satgas kecamatan berencana akan mendatangi rumah pasien guna memberikan edukasi terhadap pasien dan keluarganya. Hanya saja ketika sampai di tempat yang bersangkutan pada Senin (28/9/2020) sudah banyak warga yang berkerumun dan menolak tetangganya dievakuasi. Karena kondisi tak memungkinkan, pihak satgas kecamatan pulang dengan tangan kosong.

"Karena situasi seperti itu kita tidak serta merta merapat, dan langsung kembali ke kecamatan. Saat ini pihak satgas kecamatan mengundang keluarga, tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan edukasi agar nanti bisa dimengerti dan geser. Tapi apabila tidak mau geser maka gakum kabupaten akan turun," jelas, pejabat yang masih aktif sebagai Kepala Kesbangpol Kabupaten Probolinggo ini. (zr/hvn)