Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-31 21:33:01

Tersambar Petir di Lumbang, 1 Meninggal, 2 Pingsan

MENINGGAL: Petugas Polsek Lumbang dan Puskesmas Lumbang memeriksa kondisi jenazah Agus yang tersambar petir di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Kamis (31/3/2022) siang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Seorang warga Kota Probolinggo tewas tersambar petir di wilayah  Kabupaten Probolinggo, Kamis (31/3/2022) sekitar pukul 13.30 WIB. peristiwa itu terjadi saat korban hendak mengantar ikan laut ke rumah  temannya.

Korbannya adalah Agus Yanto, 45, warga Dusun Subur RT 7 RW 6 Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan. Ia tewas tersambar petir di belakang rumah temannya, Bebun, 40, di Desa Boto, Kecamatan Lumbang.

Baca Juga : Bocah 3 Tahun Asal Balung Lor Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Kapolsek Lumbang, AKP Sono mengatakan bahwa korban meninggal di tempat kejadian saat tersambar petir.

Baca Juga : Janda Meninggal di Rumah Temannya, Diduga Overdosis Miras

Sono mengatakan, kejadian itu bermula saat korban bersama temannya, Abdurahman, 67, juga warga Kota Probolinggo hendak mengantar ikan laut ke rumah Saleh, di Desa Boto, Kecamatan Lumbang sekira pukul 13.00 WIB, dengan mengendarai motor Honda Blade Nopol N 6823 QV. Saat itu, kondisi cuaca mendung disertai petir.

Setibanya di rumah Saleh, Agus, Abdurahman dan Saleh kemudian menuju belakang rumah Bebun yang berdekatan dengan rumah Saleh. Ketiganya saling mengobrol satu sama lainnya.

Nah, saat asyik ngobrol, tiba-tiba petir menyambar. Abdurahman dan Bebun langsung pingsan, serta telinganya tak bisa mendengar. Sementara Agus mengalami luka bakar di bagian dada, punggung, dan kaki. Agus pun meninggal di tempat kejadian. "Agus ini tidak sedang mengoperasikan HP, tetapi HPnya diletakkan di saku depannya," katanya.

Pasca kejadian itu, warga sekitar langsung membawa ketiga korban ke rumah warga setempat. "Dalam hasil pemeriksaan, korban meninggal dikarenakan sambaran petir dan mengakibatkan gagal jantung," ujarnya.

Soni mengatakan bahwa pihak keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi terhadap jenazah Agus. “Keluarga meminta jenazah segera dimakamkan," tuturnya. (ang/don)