Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-03 22:07:57

Tertibkan Foto Petahana, Branding Faida di Ambulans Ditutup Sticker

BERTAHAP: Petugas melakukan penertiban branding Faida di ambulans yang tersebar di desa dan kelurahan. Diperkirakan, ratusan ambulans selesai ditertibkan 3 hari.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Ratusan mobil ambulans yang tersebar di 248 desa dan kelurahan di Jember dengan branding foto Faida secara bertahap ditutup sticker. Hal itu sebagai antisipasi seiring Faida yang kini cuti sebagai bupati, menjadi calon bupati Jember dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020.

Komisioner Bawaslu Jember Divisi Hukum dan Penindakan Andika Firmansyah mengatakan, penutupan foto Faida dilakukankan setelah pihaknya melakukan kajian. Hasilnya, foto Faida bersama Wabup Abdul Muqit Arief yang menempel di sisi kanan dan kiri mobil aset Pemkab Jember, masuk dalam kategori alat peraga kampanye (APK).

Baca Juga : Gus Ipul Kampanyekan Kota Sehat dan Kota Cerdas untuk Memajukan Kota Pasuruan

Bawaslu kemudian berkirim surat ke Plt. Bupati Jember Muqit untuk mengumpulkan ambulans desa, untuk selanjutnya dilakukan penutupan foto Faida. Sementara foto Muqit tetap dibiarkan menempel. Selain kitu, di bagian bawah foto Muqit dipasang tulisan Plt Bupati Jember.

Baca Juga : Gus Ipul Kampanyekan Kota Sehat dan Kota Cerdas untuk Majukan Kota Pasuruan

“Kami melakukan pencegahan pelanggaran kampanye, dengan berkoordinasi bersama Plt Bupati. Alhamdulilah beliau merespons untuk penertiban ini,” ujarnya, Sabtu (3/10/2020).

Andika menyebut, penertiban foto petahana tidak hanya pada mobil ambulans, tetapi juga akan dilakukan di seluruh fasilitas pemkab. “Di beberapa kecamatan, dinas, maupun sekolah, yang ada foto petahana harus segera ditertibkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief menerangkan, dirinya berkenan mengumpulkan ambulans untuk dilakukan penutupan foto petahana setelah ada payung hukum yang jelas.

“Yang banyak disoroti itu, foto petahana yang ada di ambulans. Maka untuk menyikapi itu, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait lalu memutuskan untuk melakukan penertiban,” terangnya.

Rencananya, penertiban itu akan diselesaikan secara bertahap. Mengingat masih ada ambulans yang masih digunakan untuk antar jemput pasien. “Saat ini tiga puluhan ambulans secara resmi telah ditentukan. Nanti terus berlanjut, dua tiga hari selesai,” katanya.

Muqit -sapaan akrabnya - menambahkan, untuk menjaga kondusivitas pemilihan kepala daerah selama masa kampanye, dirinya akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dandim, dan para penyelanggara pemilihan umum yakni Bawaslu dan KPU. (as/sp)