Rhoma Dona


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-08 17:33:56

Terverifikasi Faktual Dewan Pers, JMSI Jatim Pastikan Anggotanya Kredibel

VERIFIKASI FAKTUAL: Dari kiri Komisioner Dewan Pers, Agus Sudibyo; Ketua Dewan Pers M Nuh; Ketua JMSI Jatim Eko Pamuji; Ketua JMSI Pusat Teguh Santosa di kantor JMSI Jatim Surabaya. (foto: istimewa)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur telah resmi terverifikasi Dewan Pers. Ini, setelah Dewan Pers melakukan tahapan verifikasi faktual terhadap JMSI Jatim pada Senin (9/3/2021) pagi, di kantor JMSI Jatim di Surabaya.

Tahapan verifikasi itu dilakukan langsung oleh ketua Dewan Pers, Prof. Mohammad Nuh, didampingi anggota Dewan Pers Agus  Sudibyo. Hadir pula, Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa, dan jajaran pengurus JMSI Jawa Timur.

M. Nuh mengatakan, pengelola media massa berbasis internet atau media digital perlu memahami digital culture. Pemahaman akan budaya dunia digital, itu adalah modal penting yang harus dimiliki agar media siber dapat menghasilkan karya pers yang positif dan konstruktif. “Bagaimana substansi atau hakekatnya,” ujar M. Nuh.

Menurut Nuh, karena model komunikasi digital adalah one to many, maka informasi yang disebarkan media siber bersifat ubiquitous atau muncul dimana-mana. “Tidak terikat waktu dan ruang,” ujarnya.

Karenanya, mantan Menteri Pendidikan RI ini meminta JMSI agar lebih hati-hati karena memiliki risiko yang sifatnya multifikatif. Bila ada kesalahan, maka kesalahan itu akan menyebar dengan sangat cepat dalam waktu yang singkat. “Kualitas konten menjadi mutlak untuk diperhatikan,” katanya.

Selanjutnya, M. Nuh berpesan, agar pengelola media siber menyadari bahwa kekuatan redaksi terletak pada setiap pekerja pers atau wartawan. Kalau tidak, maka informasi yang disampaikan akan bergeser ke urusan hoaks. “Dan itu akan menjadi rumit,” ujarnya.

Pesan berikutnya yang disampaikan mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini, adalah agar pengelola media siber memegang teguh prinsip good journalism. Sebab, ia tidak ingin media siber mengikuti pola media sosial (medsos). “Kita mau cepat, tapi tetap dengan good journalism,” katanya.

Hal terakhir yang dipesankan M. Nuh adalah pentingnya melakukan upgrading terhadap sikap, pengetahuan, dan skill pekerja pers media siber. “Tidak hanya migrasi dari physical space ke digital space,” ujar Nuh.

Sementara, Ketua Umum Pengurus Pusat JMSI, Teguh Santosa, mengucapkan terima kasih atas kehadiran M. Nuh dan Agus Sudibyo. Menurutnya, kehadiran keduanya adalah sebuah kehormatan, tidak hanya untuk JMSI Jawa Timur, tetapi juga untuk keluarga besar JMSI yang sedang meniti jalan untuk menjadi konstituen Dewan Pers.

Teguh mengatakan, pihaknya akan mengikuti pesan yang disampaikan Ketua Dewan Pers dengan serius. Upgrading terhadap pekerja pers, menurutnya, memang harus terus dilakukan. “Agar masyarakat dapat mengenali dengan baik karya jurnalistik produk media siber,” kata Teguh.

Pada kesempatan itu, Ketua JMSI Jatim, Eko Pamuji, mengatakan bahwa JMSI Jatim memiliki anggota yang kredibel. Ia memastikan, hampir semua media yang tergabung dalam JMSI telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers.

Eko juga menyampaikan pesan agar media siber yang menjadi anggota JMSI Jawa Timur memperhatikan dan mematuhi kode etik jurnalistik dan pedoman pemberitaan media siber. “Kami selalu menjaga konten dengan baik,” jata Eko.

Eko berharap, agar verifikasi faktual JMSI Jatim menjadi semangat media siber yang tergabung di JMSI sehingga dipercaya masyarakat. (don)