Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-28 11:38:47

Tiga Dusun di Gending Selalu Kebanjiran, Warga Butuh Solusi

TERENDAM: Warga terdampak banjir harus menaikkan barang di dalam rumahnya ke tempat yang tinggi. Warga berharap ada solusi dari pemerintah, agar lingkungan mereka tak selalu kebanjiran.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, sejak Sabtu (27/2/2021) sore kemarin, membuat puluhan rumah di Dusun Sekolahan, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Hingga Minggu (28/2/2021) siang, rumah warga masih terendam.

Informasi yang berhasil dihimpun, sekitar 70 rumah di dusun tersebut kebanjiran sejak Minggu sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Dalam hitungan jam, tepat pukul 03.00 WIB air bertambah tinggi hingga mencapai sekitar 70 cm.

Baca Juga : Menumpuk, Pakaian Layak Pakai di Posko Banjir Dringu Banyak Tak Didistribusikan

Bambang, warga setempat, mengatakan, selain karena intensitas hujan yang cukup tinggi, banjir juga disebabkan karena tanggul plengsengan di pinggir sungai wilayah selatan kurang tinggi. Sehingga ketika debit air sungai mulai tinggi, langsung meluap dan masuk ke rumah warga. "Sudah bertahun-tahun tidak diplengseng," katanya.

Baca Juga : Duh! Pria Ini Sebut Bencana Dringu Karena Banyak Zina

Hal senada juga disampaikan oleh oleh Nur Salam. Ia mengatakan, setiap musim penghujan datang dusunnya selalu kebanjiran. Dan, yang paling parah terjadi di tahun 2020 lalu. 

Namun ia tidak tahu persis sejak tahun berapa banjir itu sering melanda wilayahnya. "Mulai saya bujang hingga saya punya putu ini," ujarnya.

Sementara, Mashuda, mengaku dirinya tidak bisa tidur sejak air banjir menerjang. Pasalnya, kasur dan perabotan rumah lainnya kondisinya basah. Termasuk, motor miliknya juga dinaikkan ke atas meja agar tidak ikut terendam banjir.

Terlihat, saat itu ia menyapu lantai rumahnya yang masih tergenang air banjir. "Biar  lumpurnya ikut keluar dengan airnya," katanya.

Warga terdampak banjir berharap ada perhatian dari pemerintah, baik pemerintah tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten agar memberikan solusi terbaik sehingga dusunnya tidak jadi langganan banjir.

Sementara itu, Camat Gending, Raden Roro Deny Kartikasari, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menemukan solusi. Apakah karena tanggulnya yang kurang tinggi atau memang karena tingginya debit air sungai.

Dari pengamatan Deny selama meninjau banjir di wilayahnya, ia menemukan banyak pepohonan yang tumbuh di pinggir sungai dan menggambat aliran air menuju hilir. "Jangan menanam di tanah yang bukan tempatnya," kata Deny.

Diketahui, banjir yang terjadi di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, melanda tiga dusun. Yakni, Dusun Sekolahan, Dusun Mudinan, dan Dusun Pesisir.

Dari pantauan tadatodays.com tepat pukul 09.30 WIB, perlahan air banjir mulai surut. (zr/don)