Tiga Hari Digelar, “Mango Carnival of Indonesia 2026” Buka Peluang Kerjasama Ekspor

Amelia Subandi
Amelia Subandi

Monday, 02 Nov 2026 17:16 WIB

Tiga Hari Digelar, “Mango Carnival of Indonesia 2026” Buka Peluang Kerjasama Ekspor

Perkuat Identitas Kota Mangga, Perluas Pasar

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Gelaran “Mango Carnival of Indonesia 2026” resmi berakhir pada Sabtu (31/10/2026) malam. Penutupan meriah di Stadion Bayuangga di Jalan Kacapiring, Kota Probolinggo, menjadi puncak rangkaian festival mangga berskala nasional yang digelar kali pertama oleh Pemerintah Kota Probolinggo selama 29 - 31 Oktober 2026.

Closing ceremony malam itu dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin, Sekda Kota Probolinggo Budiono Wirawan beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kapolres Probolinggo Kota, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, para asisten, kepala perangkat daerah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), perwakilan Bank Jatim, Kadin, serta masyarakat yang antusias menikmati malam penutupan bersama keluarga.

Wali Kota dr Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Khususnya kepada seluruh panitia, peserta, petani, pelaku usaha, peserta festival mangga dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Wali Kota, penyelenggaraan Mango Carnival of Indonesia (MCI) 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Probolinggo. Sebab, ini merupakan festival mangga berskala nasional yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia.

Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas Probolinggo sebagai Kota Mangga sekaligus memperkenalkan potensi mangga Nusantara ke pasar yang lebih luas.

“Bahkan, saya mendapat kesempatan bertemu dengan investor Jepang yang tertarik terhadap potensi mangga Jawa Timur. Mereka menilai mangga Jawa Timur memiliki kualitas yang sangat baik. Ke depan, Kota Probolinggo juga berpeluang diundang dalam kunjungan bisnis ke Nagoya, Jepang,” ungkapnya.

Berdasarkan arahan Direktur Jenderal terkait, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan komoditas mangga Indonesia.

Tidak hanya dari sisi promosi dan pengembangan potensi pertanian, MCI 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pendataan dan estimasi, selama tiga hari pelaksanaan, tercatat potensi perputaran ekonomi mencapai Rp 567.355.250.

Keberhasilan Mango Carnival of Indonesia tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan antusiasme masyarakat, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dihasilkan. “Ini menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat potensi daerah dan melibatkan partisipasi masyarakat mampu menciptakan aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat yang lebih luas,” jelas Aminuddin.

Selanjutnya, dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mendukung kampanye internasional We Love Cities yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 30 November 2026. Kota Probolinggo bersama Kota Balikpapan menjadi dua kota perwakilan Indonesia yang berpartisipasi dalam kampanye tersebut.

Wali Kota mengajak seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda untuk turut memberikan dukungan, tidak hanya melalui ruang digital, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Mencintai kota berarti peduli terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, mengurangi sampah, bangga terhadap potensi dan produk lokal, mendukung UMKM, serta berpartisipasi aktif membangun kota yang lebih baik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” pesannya

Rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026 sendiri menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari kirab dan gerebeg gunungan mangga, bazar serta pasar mangga murah, festival musik duk-duk dan kolaborasi seni, kompetisi kreativitas bertema mangga, kontes varietas mangga, hingga Mango Fun Walk yang mengampanyekan gerakan menanam pohon mangga di setiap rumah.

Penutupan MCI 2026 sekaligus menjadi awal langkah berkelanjutan untuk membawa nama Kota Probolinggo semakin dikenal, memperluas jejaring pemasaran mangga, serta mendorong mangga lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. (*/mel/why)


Share to