Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-11 18:59:19

Tim Hisab dan Rukyah Kabupaten Probolinggo Tak Melihat Hilal 1 Syawal

BELUM 1 SYAWAL: Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar, saat memantau muncul tidaknya bulan baru atau hilal di Pantai Duta, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tim Hisab Rukyah atau Rukyatul Hilal Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1442 Hijriah. Dalam pemantauan hilal yang berlokasi di Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo itu, tim tak dapat melihat hilal atau bulan baru.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Akhmad Sruji Bahtiar, menjelaskan, meski saat itu cuaca begitu cerah, namun pihaknya tetap tidak bisa melihat hilal. Karena menurut perhitungan hisap saat ini, hilal berada di bawah 3 derajat di bawah ufuk. "Artinya tidak bisa dilihat secara kasat mata," terangnya pada tadatodays.com, Selasa (11/5/2021)

Baca Juga : Tim Hisab dan Rukyah Kabupaten Probolinggo Tak Melihat Hilal

Meski tak melihat hilal, pihaknya tak bisa memastikan kapan awal bulan syawal. Karena menurut Bahtiar, pemantauan hilal itu dilakukan di sejumlah titik di Indonesia. Jadi ketika daerah lain hari ini bisa memantau hilal, maka syawal sudah bisa ditentukan.

Bactiar menjelaskan, dalam pemantauan ini pihaknya sudah menyediakan tiga alat. Yakni gawang lokasi, lalu kompas azimut dan benang azimut. Ketiganya digunakan keseluruhan untuk memantau posisi hilal, penentu awal bulan syawal. "Kita mulai dari pukul 16.00 WIB, hingga pukul 17.30," kata kepala kemenag asal Madura ini.

Diketahui, dalam pemantauan hilal, pihaknya melibatkan beberapa unsur. Diantaranya Tim Rukyatul Hilal dari Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, organisasi masyarakat, Pengadilan Agama (PA),  tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar. (zr/don)