Tim KIR SMAN 2 Kota Probolinggo Sabet 7 Medali di Ajang Internasional

Atmadi
Wednesday, 12 Jun 2024 12:22 WIB

DARING: (Dari kiri) Hafidz Zabidi Ramdhani, Ika Rinawati, Nadia fitria Ningsih. Salah satu tim KIR SMAN 2 Kota Probolinggo saat presentasi karya tulisanya melalui zoom.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 2 Kota Probolinggo menorehkan prestasi di kancah International. Mereka meraih 7 medali dalam kompetisi ilmiah bertaraf internasional, yaitu International Creative Thinking Olympiad (ICTO) dan ASEAN STEM Design Thinking Olympiad (ASDETO).
Dua ajang lomba tersebut dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) mulai 30 Mei 2024 sampai 1 Juni 2024. Sedangkan pemenang diumumkan pada Minggu (9/6/2024) untuk ajang ICTO dan Senin (10/06/2024) untuk ASDETO.
Dalam ajang ASDETO, SMAN 2 Probolinggo mengirimkan dua tim yang terdiri dari siswa-siswa berbakat. Tim pertama beranggotakan Muhammad Haedar Nizzam Firdausy; Ahmad Nizar Zulmi; Angelica Rachel Hesi Julita; dan Camelia Niko Putri Wuryantoro. Mereka berhasil meraih medali perunggu.
Tim kedua beranggotakan Zahwa Dwi Sapta Fauzia; Adinda Setya Amelia; Benazier Vanessa Sayyidina; dan Sabrina Zharifah Cahya Husaini. Mereka sukses membawa pulang medali perak.
Untuk ajang ICTO, SMAN 2 Probolinggo mengirimkan lima tim yang juga tak kalah berprestasi. Tim pertama terdiri dari Karina Latifah Zalianti; Reva Ameylia Cahaya Putri; dan Kirana Keysha Larasati. Tim ini berhasil meraih medali perak.
Tim kedua beranggotakan M. Rayhan Joanaputra; Neno Hardini Yunita Sukoco; dan Bunga Sabrina Hadi Maharani. Mereka meraih medali perunggu.
Tim ketiga terdiri dari Naufal Raditya Wahono; Hafid Nur Bachtiar; dan Hamada Khairulova Da Silva. Mereka membawa medali perak.
Lalu tim keempat beranggotakan Hafidz Zabidi Ramdhani; Ika Rinawati; dan Nadia Fitria Ningsih. Mereka menyumbangkan medali perunggu.


Prestasi gemilang ini dilengkapi oleh tim kelima yang terdiri dari Agneiza Maratus Sya'diyah; Magani Aisha Malva; dan Hanif Adjie Riswansyah. Mereka berhasil meraih medali perunggu.
Para siswa yang berprestasi ini mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan mereka atas hasil yang telah dicapai. Ahmad Nizar Zulmi salah satu anggota tim peraih medali perunggu di ajang ASEAN terlihat sangat bahagia saat ditemui di sekolahnya, Selasa (11/6/2024).
Zulmi menyatakan bahwa persiapan yang matang dan dukungan dari banyak pihak menjadi kunci keberhasilan mereka. "Kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih oleh kami. Tentu ini semua karena kekompakan tim dan support dari pihak sekolah. Kami mempersiapkan ini semua dengan matang dan tentunya saya sangat bangga. Ke depannya kami akan terus bersemangat lagi dan terus menorehkan prestasi," ucap Zulmi.
Sementara itu, Benazier Vanessa Sayyidina mengatakan bahwa dalam ajang lomba tersebut terdapat kendala. Di antaranya ialah kurang fasih dalam berbahasa Inggris. Selain itu, lombanya bersamaan dengan pelaksanaan Ujian di sekolah. "Kendalanya ya paling hanya kami kurang fasih dalam berbahasa Inggris dan juga bersamaan dengan ujian sekolah. Jadi, bagi waktunya cukup sulit," ujar Vanessa.
Selanjutnya, Vannesa menambahkan bahwa dalam mengikuti lomba tersebut dia dan teman-temannya mengorbankan banyak waktu. “Tentu kami mengorbankan banyak waktu, seperti waktu bermain dengan teman, waktu hang out, dan waktu-waktu lainnya demi mempersiapkan diri menghadapi lomba tersebut. Apalagi pesertanya terdiri dari perguruan tinggi, serta sekolah yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri,” imbuhnya.
Bayu Krisnavianto, 26, selaku pembina KIR SMAN 2 Probolinggo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/6/2024) pukul 10.00 WIB, menyatakan bangga atas pencapaian ini. “Prestasi ini adalah bukti dari kerja keras siswa-siswa kami, dan komitmen sekolah dalam mendukung bakat dan minat mereka. Kami selalu berusaha memberikan fasilitas terbaik dan program mentoring untuk mengembangkan potensi mereka,” ujar Bayu.
Menurutnya, SMAN 2 memiliki berbagai program untuk mendukung siswa berprestasi. Termasuk menyediakan ruang laboratorium, pelatihan intensif, ekstrakurikuler, dan kesempatan untuk mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional. “Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang teori di kelas, tetapi juga tentang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka secara nyata,” tambahnya.
Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama SMAN 2 Probolinggo, tetapi juga memberikan inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi. "Kami berharap kemenangan ini dapat memotivasi siswa lain untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras untuk mencapainya. Kami juga berencana untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan dukungan bagi siswa yang berbakat dan berprestasi," ujar Bayu. (atm/why)



Share to
 (lp).jpg)