Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-05-17 07:10:58

Tinggalkan Rumah 10 Hari, Penderita Amnesia Ditemukan Membusuk

JADI MAYAT: Jenazah Sanito, warga Desa Sumberan, Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo saat disemayamkan di kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Warga Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo pada Senin (16/5/2022) malam dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki   yang membusuk di perbukitan masuk Dusun Kletek Olo, Desa Gondosuli. Mayat tersebut kemudian teridentifikasi sebagai jenazah Sanito, 63, warga Desa Sumberan, Kecamatan Besuk.

Sanito disebutkan menderita penyakit amnesia. Penyakit itu membuatnya tidak mengenali keluarganya. Bahkan Sanito pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang. Namun, penyakit Sanito tidak berhasil disembuhkan. Sanito hanya diberi obat terapi.

Baca Juga : Hadiri Seribu Hari Besan, Wanita asal Semarang Meninggal di Sungai

Selanjutnya, Sanito meninggalkan rumahnya sejak Jumat (6/5/2022) sekitar pukul 06.30 WIB. Pihak keluarga sudah berupaya mencari, namun Sanito tak kunjung ditemukan.

Baca Juga : Kasus Mayat Perempuan di Bantaran, Dibunuh dan Dibuang oleh Cucunya Sendiri

Kapolsek Pakuniran AKP Tavip melalui Kanit Reskrim Aipda Adi Perdana mengatakan, mayat Sanito pertama kali ditemukan oleh Sahri, warga Desa Gondosuli. Kala itu, Sahri sedang mencari madu hutan atau madu klanceng di area perbukitan Dusun Kletek Ulo. Saat tiba di lokasi, Sahri melihat banyak lalat dan mencium bau busuk.

Karena penasaran, Sahri mencari sumber bau busuk itu. Sahri ternyata melihat mayat manusia yang tergeletak di tanah. Sahri pun melaporkan hal itu kepada perangkat desa untuk diteruskan kepada kepala desa dan Polsek Pakuniran.

Mayat Sanito kemudian dievakuasi. "Diperkirakan korban sudah sekitar 6 hari meninggal dunia," terang Aipda Adi Perdana.

Sebelumnya mayat korban belum diketahui identitasnya. Setelah kabar penemuan mayat itu menyebar di masyarakat, barulah ada pihak keluarga dari Desa Sumberan yang datang dan mengakui bahwa mayat tersebut adalah Sanito. Identitasnya dikenali dari ciri fisik dan kulit di bagian perutnya.

"Dugaan sementara korban meninggal karena terjatuh ke curah," kata Aipda Adi Perdana.

Sesuai permintaan keluarga, mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan  untuk dimandikan dan dikafani. Namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

Sementara, usai dikafani, jenazah korban langsung dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan. (zr/why)