Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-28 20:28:38

Tingkatkan Taraf Hidup Sehat Masyarakat, Rutin Screening PTM dan Sosialisasi Makanan Bergizi

DETEKSI DINI: Puskesmas Gending melaksanakan program Germas dengan terjun ke masyarakat, terutama lansia. Pasalnya, lansia memiliki risiko tinggi dalam penularan penyakit. Pihak puskesas melakukan screening PTM agar taraf hidup sehat masyarakat meningkat.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Puskesmas Gending Kabupaten Probolinggo gencar menysosialisisi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Di antaranya screening Penyakit Tidak Menular (PTM) dan sosialisasi makanan bergizi.

Kepala Puskesmas Gending dr. Pungki Ariyanti mengatakan, kesehatan dimulai dari diri sendiri. Caranya dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan dan mengkonsumsi makanan bergizi. Selain itu, bersedia divaksin sebagai upaya pencegahan covid-19 agar bersama-sama mengakhiri pandemi. Vaksinasi yang dilakukan Puskesmas Gending sendiri mencapai 80 persen.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Omicron, Forkopimda Probolinggo Bentuk Pasukan Pamor Keris

“Kami melakukan fasilitasi screening PTM bagi masyarakat melalui program Germas. Termasuk melakukan vaksinasi covid-19. Harapannya, masyarakat sehat sehingga aktivitas berjalan normal dan produktivitas meningkat. Jika kesehatan baik, maka perekonomian juga ikut membaik,” terangnya.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Dalam program Germas, setiap puskesmas tidak sama dalam memilih program prioritas. Karena kondisi pandemic, vaksinasi dan juga screeningPTM menjadi prioritas Puskesmas Gending. Untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya door to door ke Posyandu lansia di masing-masing desa. Alasannya, lansia punya risiko tinggi dalam penularan penyakit.

Bagi masyarakat yang terdeteksi saat screening PTM, maka mereka akan difasilitasi segera berkonsultasi kepada dokter puskesmas setempat. “Misalkan ada gejala kencing manis, asam urat, kolesterol, langsung di-followup. Karena bisa menghindari biaya-biaya yang tidak bisa diklaimkan BPJS. Sehingga ongkos biayanya rendah. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi preventifnya di program PTM,” tuturnya.

SOLUSI: Tidak hanya melakukan screening, tim medis Puskesmas Gending juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdeteksi menderita penyakit. Dengan begitu, biaya pengobatan bisa ditekan.

Sejatinya, Puskesmas Gending juga menggalakkan senam sehat. Namun karena masih pandemi, kegiatan itu digelar di internal saja. Selain senam dan screening PTM, puskesmas setempat melalui bidan desa, dan perawat, juga rutin mensosialisasikan makan buah, sayur, dan ikan laut. Puskesmas Gending mengklaim program Germas berjalan efektif. Tolok ukurnya bor rawat inap hampir kosong. Rawat inap hanya terisi satu sampai dua pasien.

“Biasanya, tiap hari bor rawat inap sampai 80 hingga 90 persen, artinya full terus. Alhamdulillah saat ini tiap harinya hanya satu samapi dua pasien. Karena memang tingkat kesakitannya sejalan dengan program tadi,” tegasnya. (*/hla/sp)