Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-16 13:28:03

Uang Rp 100 Juta Milik Janda yang Tewas juga Hilang

GARIS POLISI: Sekretaris Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolingo, Rofi'i menunjukkan kamar korban yang sudah terpasang garis polisi.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kasus meninggalnya JH, 49, seorang janda warga Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, juga menyisakan perkara lain. Dimana, uang JH sebesar 100 juta rupiah dan ponsel merk Vivo juga hilang.  JH ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Kamis (15/4/2021) kemarin, sekira pukul 23.30 WIB.

Sekretaris Desa Asembagus, Rofi'i menyampaikan, ia mendapat kabar hilangnya uang JH dari keluarga almarhumah.

Baca Juga : Warga Kalibaru Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Kelengkeng

Rofi’i menjelaskan, sebelum meninggal, korban sempat meminjam uang kepada ponakannya yaitu ustaz Maidi sebesar Rp 40 juta, dan diantar setelah waktu berbuka puasa.

Baca Juga : Mengamuk sambil Membawa Pisau, Warga Lumajang Tewas Ditusuk

Pinjaman itu dilakukan karena ada seseorang yang akan pinjam uang ke JH sebesar 100 juta rupiah, sementara JH dikabarkan hanya memiliki uang tunai RP 60 juta. "Tidak tau siapa yang mau pinjam itu," katanya pada tadatodays.com, Jumat (16/4) siang.

Diketahui, JH saat ini menjadi pemegang uang tabungan dan arisan. Ia juga menjalankan bisnis pinjaman uang sejak sekitar 10 tahun silam.

Kemudian pada pukul 23.00 WIB, keponakan korban lainnya bernama Fauzi, hendak masuk ke dapur rumah JH untuk mengambil minum. Saat masuk rumah, Fauzi tak menoleh ke kamar korban. Namun setelah kembali dan menoleh ke kamar korban, ia sudah melihat bibinya itu dalam posisi tengkurap. "Lalu Fauzi teriak," katanya.

Nah, teriakan itu mengundang kaget saudara-saudaranya yang lain, termasuk ibu dan bapak korban yang sedang berada di teras rumah korban. Setelah itu, keluarga membalikkan tubuh korban dan melihat JH sudah meninggal. Keluarga juga melihat ada luka bekas cekikan di leher, lebam di wajah dan mengeluarkan air kencing.

Sementara, Jatim, sepupu korban membenarkan kalau JH sebelumnya bingung kekurangan uang karena seseorang yang akan meminjam.

Jatim mengaku tidak tahu pasti berapa uang yang dibutuhkan JH. Ia baru mengetahui saat Maidi datang saat korban ditemukan meninggal, dan Maidi menceritakan kalau korban butuh uang Rp 100 juta. "Setelah dilihat di dalam sudah tidak ada," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. Menurutnya, kasus hilangnya barang dan uang milik JH bisa masuk dalam pencurian dengan kekerasan. "Yang mengakibatkan kematian," kata melalui pembicaraan via telepon seluler.

Seperti yang diberitakan tadatodays.com sebelumnya, warga Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat (16/4/2021) sekira pukul 00.15 WIB, heboh. Ini setelah JH ditemukan meninggal di dalam kamarnya dengan kondisi ada bekas luka di lehernya. (zr/don)