UHC Kabupaten Probolinggo Capai 99,99 Persen, Inovasi Kesehatan Perkuat Layanan Publik

Hilal Lahan Amrullah
Friday, 27 Feb 2026 23:03 WIB

Pastikan Semua Warga Bisa Berobat
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Upaya memperluas akses kesehatan di Kabupaten Probolinggo mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Sepanjang 2025, Kabupaten Probolinggo telah berhasil meraih penghargaan atas capaian Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 99,99 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 84,08 persen dari sekitar 1,21 juta penduduk.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, dr. Imilda Kusumaningrum menyebut, kunci keberhasilan tersebut adalah memastikan warga tetap bisa berobat meski belum memiliki jaminan.
%20OK.jpg)
UHC: Wakil Bupati Probolinggo Ra Fahmi AHZ menerima penghargaan UHC Award 2026 dari Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI.
Mereka diarahkan ke skema mandiri, PBI pusat, hingga PBI daerah agar tidak ada yang tertolak layanan kesehatan. “Yang penting masyarakat tetap terlayani. Semua tenaga kesehatan satu suara untuk memastikan akses terbuka,” ujarnya.
Meski hampir menyentuh angka ideal, Pemkab Probolinggo masih mengejar target keaktifan minimal nasional 87 persen agar manfaat jaminan kesehatan benar-benar optimal dirasakan warga. Didukung 33 puskesmas dan 6 rumah sakit, Pemkab Probolinggo menargetkan seluruh warga memiliki jaminan kesehatan. Harapannya sederhana: layanan semakin mudah dijangkau, dan masyarakat bisa hidup lebih sehat tanpa khawatir soal biaya berobat.

PRESTASI: Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinkes Kabupaten Probolinggo menerima penghargaan Kabupaten/Kota Sehat dan STBM Award Tahun 2025.
Dari Sanitasi hingga Remaja Putri
Tak hanya layanan kuratif, penguatan kesehatan juga dilakukan dari hulu. Kabupaten Probolinggo meraih Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diterima di Jakarta pada 28 November 2025. Selain Kabupaten Probolinggo menerima penghargaan Kabupaten Kota Sehat Tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kabid Promosi Kesehatan Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan penilaian dilakukan melalui pengecekan pengelolaan sampah, air bersih, hingga IPAL, termasuk di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.


JUMINTEN: Dinkes Kabupaten Probolinggo menggelar Juminten Go to school di Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniah Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Di sisi lain, inovasi juga menyasar kelompok rentan. Mulai dari skrining anemia remaja putri, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, hingga pemetaan ibu hamil berisiko tinggi. Skrining anemia remaja putri melalui Juminten (Jum'at minum tablet tambah darah) Go To School.
Sedangkan pemeriksaan kesehatan calon pengantin, itu melalui Sriatin Bersolek (Skrining calon pengantin beresiko tinggi). Pemetaan ibu hamil, itu melalui Si Permata Bunda (Sistem Informasi Pemantauan dan Pendampingan Kesehatan Ibu dan anak). Langkah ini menjadi upaya menekan kematian ibu dan bayi serta stunting.

LAUNCHING: Bupati Probolinggo, Gus dr. Moh. Haris bersama Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Hariawan Dwi Tamtomo dan Forkopimda menekan tombol sirine pada Launching Layanan Aladin, Si Permata Bunda, Juminten Go to School, dan Sriatin Bersolek.
Aplikasi "Aladin", Tekan Kasus DBD
Sementara itu, di bidang pencegahan penyakit menular, Dinas Kesehatan memperkuat inovasi digital melalui aplikasi Aladin (Aplikasi Lapor Jentik Mandiri Terintegrasi).
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kabid P2P dr. Nina Kartika menjelaskan, aplikasi ini memungkinkan setiap rumah memantau jentik nyamuk secara mandiri dan mengetahui angka bebas jentik (ABJ).
Nilai ABJ di atas 95 persen dinilai baik, sedangkan target ideal nasional mencapai 100 persen. "Dengan data yang masuk secara real time, pemerintah dapat memetakan wilayah berisiko sehingga penanganan kasus demam berdarah bisa lebih cepat dan tepat," ungkapnya.
Selain pemantauan digital, masyarakat juga didorong konsisten menjalankan PSN 3M Plus, yakni menguras, menutup, mendaur ulang, serta langkah tambahan seperti memelihara ikan, memasang kelambu, dan menanam tanaman pengusir nyamuk. (hla/why)


Share to
 (lp).jpg)