Uji Coba Penutupan Jembatan Buk Wedi Dimulai, Pengalihan Arus Disosialisasikan

Amal Taufik
Tuesday, 07 Apr 2026 16:18 WIB

DITUTUP: Simpang 3 Blandongan Kota Pasuruan yang kini mulai ditutup.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Rencana peninggian Jembatan Buk Wedi di jalur Pantura Kota Pasuruan mulai disosialisasikan ke masyarakat. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah uji coba rekayasa lalu lintas sebelum penutupan total diberlakukan.
Sejak Senin (6/4/2026), petugas mulai memasang rambu peringatan di sejumlah titik strategis. Selain itu, water barrier juga dipasang di sekitar simpang tiga Blandongan sebagai bagian dari simulasi pengalihan arus kendaraan.
Dalam uji coba tersebut, akses dari sisi selatan mulai dibatasi. Namun kendaraan masih diperbolehkan melintas dari sisi utara, mengingat pekerjaan fisik jembatan belum dimulai.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Andriyanto, menjelaskan bahwa tahap ini bertujuan membiasakan masyarakat dengan perubahan arus lalu lintas yang akan diterapkan saat proyek berjalan penuh.
“Ini masih tahap simulasi. Kami ingin pengguna jalan memahami pola pengalihan arus lebih dulu sebelum penutupan total benar-benar diberlakukan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dishub bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur–Bali juga telah memasang rambu di sembilan titik. Di antaranya berada di Simpang Karangketug, exit Tol Sutojayan, Simpang Kebonagung, Simpang Purut, hingga Simpang Blandongan.


Selain itu, rambu juga ditempatkan di Simpang Bulu, Krampyangan, Bugul Kidul, Ateja, dan kawasan Apotek. Seluruh titik tersebut dipilih sebagai jalur yang terdampak langsung oleh penutupan Jembatan Buk Wedi.
Pada papan informasi yang terpasang, tertulis rencana penutupan total Jalan Ir. H. Juanda mulai 6 April hingga 30 November 2026 untuk pekerjaan penggantian jembatan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII Jatim Bali, Dwi Bagus menuturkan, pemasangan rambu itu merupakan bagian dari uji coba pengalihan arus lalu lintas. Pihaknya menargetkan dalam waktu tiga hari masa uji coba ini, masyarakat sudah mulai memahami skema pengalihan arus.
Hal ini penting karena selama proses konstruksi berlangsung, jembatan akan ditutup sepenuhnya tanpa jalur alternatif. “Tidak memungkinkan dibangun jembatan sementara di lokasi tersebut. Jadi penutupan akan total saat pekerjaan dimulai,” jelas Bagus.
Diketahui, peninggian Jembatan Buk Wedi dilakukan karena kawasan tersebut kerap terdampak banjir, sehingga diperlukan penyesuaian konstruksi untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan jalur Pantura. (pik/why)



Share to
 (lp).jpg)