Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-13 20:34:29

Ungkap Rasa Syukur, Nelayan Muncar Gelar Ritual Petik Laut

UNGKAP SYUKUR: Petik laut di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, sebagai ungkapan syukur masyarakat nelayan atas berkah yang telah dilimpahkan Tuhan.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Ribuan masyarakat memenuhi Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, Sabtu (13/8/2022). Mereka menghadiri ritual petik laut yang diadakan setiap 15 Suro dalam kalender Jawa atau 15 Muharram dalam kalender Islam. Petik laut merupakan cara nelayan Muncar untuk mengungkapkan syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang didapat selama ini.

Ritual dalam rangkaian acara petik laut sudah dilakukan sejak Jumat (12/8/2022). Masyarakat yang dipimpin para ketua adat setempat, melakukan tirakatan atau ibadah. Ini dilakukan demi kelancaran prosesi petik laut yang akan digelar.

Baca Juga : Nelayan Mengeluh Kesulitan BBM, Gubernur: Sampaikan Usulan Kebutuhan

Selanjutnya, di hari pelaksanaan petik laut, beberapa persembahan diletakkan di dalam gethek atau perahu berukuran sekitar 2 meter. Persembahan itu di dalamnya berisi buah - buahan, kue tradisional, satu ekor ayam dan kepala kambing. Perahu terisi sesajen atau persembahan itu kemudian dibawa ke rumah ketua adat, dan diarak mengelilingi desa menuju ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar.

Baca Juga : Tangkapan Menurun, Harga BBM Naik, Nelayan Paiton Tidak Melaut

Puluhan kapal slerek atau kapal pencari ikan khas nelayan Muncar yang telah dihias,  berjejer menunggu prosesi ritual. Masyarakat yang ikut naik kapal slerek itu ikut mengantar gethek sesajin menuju Plewangan atau tempat yang berada didekat Semenanjung Sembulungan.

Setelah tiba di lokasi, ketua adat akan memanjatkan doa dan prosesi pelepasan gethek ke Plewangan. Lantas prosesi ritual petik laut dilanjutkan ziarah ke makam Sayid Yusuf yang berada di Semenanjung Sembulungan.

Ketua Perhimpunan Nelayan Indonesia Kabupaten Banyuwangi Haji Hasan Basri mengatakan, ritual petik laut sudah dilakukan sejak 121 tahun silam. Tradisi masyarakat Muncar ini terus dilestarikan hingga sekarang. "Petik Laut sebagai ucap syukur kita pada Sang Pencipta atas rezeki yang didapat dari hasil tangkapan ikan di laut selama ini," ujarnya.

Kegiatan ini menurutnya menjadi spesial. Sebab, dua tahun sebelumnya, petik laut tidak bisa dilaksanakan karena pandemi. Jadi, ini merupakan momentum hajatan para nelayan Muncar. "Ini hajatan para nelayan Banyuwangi, khususnya Muncar. Sebagai harapan, selesainya acara petik laut dapat memberikan hasil ikan yang melimpah," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku sangat mengapresiasi terselenggaranya petik laut Muncar. "Alhamdulilah, saya beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat bangga atas terselenggaranya Petik Laut Muncar," ungkapnya.

Menurutnya, acara ini mempunyai arti penting guna meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. “Terutama tumbuh kembang UMKM yang harus naik kelas. Hal ini membuktikan kalau Banyuwangi menjadi kabupaten yang bangkit dari segi ekonomi dan memberikan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. (rl/why)