Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-01 19:51:43

Universitas Panca Marga Terjunkan 442 Mahasiswa dalam Program KKN; Survei Langsung ke Masyarakat, Baru Melaksanakan Program

KEPALKAN TANGAN: Forkopimda Kabupaten Probolinggo bersama civitas akademika UPM foto bersama usai upacara pelepasan mahasiswa dalam program KKN tahun ajaran 2021-2022.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo melepas 442 mahasiswanya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Senin (1/8/2022). Ratusan mahsiswa yang akn mengabdi pada masyarakat itu dilepas langsung Plt. Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko di halaman kampus, Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Timbul Prihanjoko yang didapuk sebagai pembina upacara pelepasan mahasiswa menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Rektor UPM Prof. Abdul Haris, yang menempatkan mahasiswa  peserta KKN di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Universitas Panca Marga Terjunkan 442 Mahasiswa dalam Program KKN; Survei Langsung ke Masyarakat, Baru Laksanakan Program

“Saya merasa gembira sebab dengan KKN ini, sedikit banyak akan membantu meningkatkan pengetahuan, mencerdaskan, dan menyejahterakan masyarakat,” terangnya. Ia berharap, para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dapat melakukan identifikasi masalah di masyarakat.

Baca Juga : Optimalkan Vaksinasi Booster, Sasar Warga Umum Hingga ke Pesantren

PELEPASAN: Plt. Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko menyematkan jaket KKN pada mahasiswa UPM saat upacara pelepasan di halaman kampus.

Hal tersebut dapat menjadi bahan masukan untuk bahan perbaikan di masa mendatang. Di antaranya melakukan identifikasi masalah yang berkaitan dengan kemiskinan. Termasuk melakukan pemberdayaan potensi masyarakat desa, menuju peningkatan kesejahteraan yang lebih baik.

Selain itu, pria yang saat mahasiswa aktif sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut berharap, keberadaan mahasiswa meningkatkan kepedulian dan empati masyarakat terhadap kondisi pemulihan ekonomi. Hal itu sesuai dengan tema KKN yakni “Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pulih Lebih Cepat, Tumbuh Lebih Kuat”.

SAMBUTAN: Pembina upacara Plt. Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko saat memberikan motivasi pada ratusan mahasiswa UPM yang akan diterjunkan dalam program KKN.

Timbul mengatakan bahwa berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan perguruan tinggi melalui KKN, dapat diorientaikan pada penyiapan mahasiswa sebagai sarjana pendamping masyarakat. Selain itu, upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan optimal.

“Para mahasiswa yang memiliki kelebihan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan inovasi masyarakat untuk lebih maju. Di antaranya dengan membantu menemukan peluang usaha. Baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Serta menyusun program yang dapat dilaksanakan dan disesuaikan dengan kemampuan, kondisi, dan situasi yang ada,” jelasnya.

MITRA STRATEGIS: Plt. Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko bersalaman dengan Ketua Panitia KKN UPM Tedy Herlambang sebagai sinergisitas antara Pemkab Probolinggo dan UPM. Diharapkan, mahasiswa yang diterjunkan dalam program KKN berkontribusi besar pada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN UPM Tedy Herlambang menyampaikan, melalui program KKN, mahasiswa UPM diharapkan bisa ikut memberdayakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Program tersebut dibiayai Yayasan UPM dan masing-masing peserta.

KKN dijadwalkan terlaksana selama satu bulan. Yakni, mulai 1 Agustus 2022 hingga 1 September 2022. Sedikitnya 442 mahasiswa diterjunkan dalam KKN tahun akademik 2021-2022. Mereka turun ke 16 desa dan 4 kelurahan di 3 kecamatan. Dua kecamatan di Kabupaten Probolinggo dan satu kecamatan di Kota Probolinggo.

“Kita ke lapangan dulu, melihat kondisi riil seperti apa, solusinya seperti apa. Lalu itu ditawarkan kepada masyarakat, setuju atau tidak dengan program itu. Kita tidak bawa program dari kampus, kalau kita bawa program dari sini, takut di lapangan tidak cocok,” terangnya. (*/hla/sp)