Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-17 21:49:37

Upacara 17 Agustusan Unik, Peserta Doakan Indonesia Lekas Pulih, Vespa Pun Ikut Berbaris

UNIK: Upacara bendera unik yang diadakan Subbanul Muslimin yang bersama Komunitas Vespa.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Momen peringatan hari kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk mendoakan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Termasuk Subbanul Muslimin yang bersama sama Komunitas Vespa, mengadakan sebuah upacara bendera unik.

Di halaman yang belum rata itu, sejumlah pemuda sibuk mengatur vespa butut dalam berbagai warna. Barisan vespa itu dihadapkan pada tiang yang dibuat dadakan.

Baca Juga : Peringatan Hari Santri di Kota Probolinggo, Libatkan Santri Jadi Peserta Upacara, Resmikan Museum Rasulullah SAW

Ya mereka, para pemuda itu bersal dari Komunitas Vespa dan Subbanul Muslimin, grup selawat nabi. Dua grup atau komunitas yang berbeda ini rupanya bersatu padu menyelenggarkan upacara untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Selain dari mereka, peserta uoacara berasal dari Desa Kalikajar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Kenalkan Wisata Desa, Warga Jubung Jember Gelar Upacara Kemerdekaan di Bantaran Sungai

Upacara itu di lakukan pada Senin (17/8/2020), di halaman tempat rehabilitasi Narkoba yang masih dalam proses pembangunan. Tanpa adanya latihan sebelumnya, upacara tetap lancar dan berlangsung khidmat.

Yang menjadi pembina upacara saat itu adalah khotimul majlis Subbanul Muslimin sendiri, yakni Hafidzul Hakim Nur. Sedangkan yang menjadi pemimpin upacara adalah salah satu anggota komunitas vespa. Anggota lain dan warga sekitar menjadi peserta upacara.

"Ini adalah inisiatif bersama, agar kami tambah cinta Indonesia. Sekaligus berharap Indonesia tambah berkah, makmur dan korupsi tambah hilang," tutur Hafidzul Hakim Nur, padaTadatodays.com.

Hafidzul Hakim Nur mengatakan bahwa siapa saja boleh merayakan hari kemerdekaan ini. Karena Indonesia menurutnya bukanlah milik segelintir orang atau golongan. Melainkan milik semua rakyat Indonesia. Maka dari itu semua berhak untuk mencintai dan merasa memiliki Indonesia ini.

"Ini bukan hanya upacara biasa, tapi juga sejuta doa untuk Indonesia. Sejuta doa kesembuhan untuk yang sakit," tegas lelaki yang karib disapa Gus Hafidz ini.

Sementara itu, Syarif Hidayatullah, perwakilan dari Komunitas Vespa ini mengatakan bahwa pihaknya bangga bisa mengadakan upacara ini bersama warga. Ia mengaku kecintaan komunitas vespa-nya pada Indonesia tak perlu diragukan, meski selama ini anggota komunitasnya dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

"Suatu kebanggaan bagi kita semua bisa mengadakan upacara ini. Kami yang biasanya dipandang sebelah mata sama orang-orang, kini kami buktikan kami juga cinta Indonesia. semoga komunitas kami tetap solid dan selalu bersama bisa berbuat baik juga berguna bagi semua manusia," terang pemuda yang karib di sapa Tojer ini. (zr/hvn)