Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-11 18:07:29

Update Korban Erupsi Gunung Semeru Per 11 Desember, 40 Meninggal, 28 Teridentifiksi

IDENTIFIKASI: Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol DR Ahmad Ramadhan (pegang mik) saat rilis perkembagan identifikasi jenazh korban erupsi Gunung Semeru. Hingga Sabtu (11/12), polisi telah mengidentifikasi 28 jenazah dari total 40 jenazah.

LUMAJANG. TADATODAYS.COM - Tim DVI Mabes Polri masih terus melakukan identifikasi terhadap jenazah korban meninggal erupsi Gunung Semeru. Dari hasil identifikasi Per Sabtu, 11 Desember 2021, ada 28 jenazah yang teridentifikasi dari total 40 jenazah yang ada di kamar jenazah RSUD Haryoto Lumajang.

Data tersebut berdasarkan rilis yang digelar di Ruang Anggrek RSUD dokter Haryoto Lumajang, Sabtu (11/12) sekira pukul 14.00 Wib. Rilis dipimpin oleh Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol DR. Ahmad Ramadhan, didampingi Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr. Erwin Zeinul Hakim.

Ahmad Ramadhan menyampaikan, dari 40 jenazah yang diterima DVI di RSUD Haryoto, 35 jenazah di antaranya kondisinya utuh dan 5 lainnya bodi part.

Sementara untuk jenazah yang berhasil diidentifiksi hingga Sabtu (11/12) siang, sebanyak 28 jenazah. Dengan rincian, 27 jenazah utuh dan 1 bodi part. “Dua diidentifikasi hari ini,” ujar Ahmad Ramadhan.

Sedangkan untuk jumlah jenazah yang belum teridentifikasi sebanyak 12. 8 jenazah di antaranya kondisinya utuh, dan lainnya 4 bodi part.

Sementara berdasar penjelasan Erwin Zaenul Hakim, untuk pengidentifikasian jenazah tim DVI telah mengumpulkan 74 data antomortem. “22 sampel DNA dari 17 keluarga,” tutur Erwin.

Lalu, untuk dua jenazah yang teridentifikasi Sabtu ini, berasal dari Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Yakni, lebel jenazah B 19 atas nama Abdul Rohman bin Aziz, 22 tahun, warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kedua, dengan lebel jenazah B 34 atas nama Dio Rangga Fani, 20 tahun, warga Dusun Kebonagung, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. “Kita berdoa agar semua data yang terkumpul ada kecocokan. Jika ada warga yang memberikan informasi-informasi tambahan untuk proses identifikasi,” kata Erwin. (zr/don)