Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-04 05:19:24

Usai Tahlilan, Buruh Tani di Kraksaan Ditemukan Tewas Gantung Diri

BUNUH DIRI: Petugas kepolisian dan tenaga kesehatan telah memeriksa kondisi jenazah Solehudin, dengan disaksikan istri almarhum yaitu Budi Atini. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh buruh tani itu.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nahas nasib yang dialami Solehudin, 52, warga Dusun Calok Elang, RT 01 RW 03 Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, buruh tani itu ditemukan tewas gantung diri di bekas kandang sapi usai tahlilan dan mengaji, Kamis (3/3/2022), sekira pukul 20.30 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, Solehudin sebelumnya berulangkali  melakukan percobaan bunuh diri. Namun selalu digagalkan oleh keluarganya. Disebutkan, korban mengalami gangguan mental.

Baca Juga : Tragis, Pemuda Banyuwangi Akhiri Hidup dengan Benturkan Kepalanya ke Mesin Pemotong Kayu

Sekretaris Desa Asembagus, Rofi'i membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengetahui peristiwa itu dari salah seorang keluarga korban. Rofi'i pun langsung menuju lokasi, dan ternyata tubuh Solehudin sudah diturunkan oleh istrinya, Budi Atini, 46. "Saya sampai, (korban) sudah ada di bawah," tuturnya.

Baca Juga : Dua Kali Gagal Nyalon Kades, Pria asal Karanganyar Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Rofi'i menjelaskan, menurut cerita Atini, suaminya itu masih sempat salat maghrib berjamaah di masjid setempat. Usai salat, korban masih mengikuti tahlilan di rumah tetangganya. Sepulang tahlilan, korban masih mengaji di rumahnya.

Selesai mengaji itulah, Solehudin sudah tidak terlihat di rumahnya. Sang istri kemudian mencarinya, hingga akhirnya ditemukan gantung diri di bekas kandang sapi dekat dapur rumahnya.

Rofi'i melanjutkan, Atini langsung meminta tolong kepada anaknya serta keluarga yang lain untuk menurunkan jasad sang suami. "Tidak ada masalah keluarga," katanya.

Sementara itu, anggota Polsek Kraksaan Bripka Mujiono mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara pihaknya tidak menemukan adanya tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.

Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi, termasuk juga menolak saat jenazah hendak dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. "Keluarga juga sudah membuat surat pernyataannya (penolakan)," ujarnya.

Diketahui, korban dimakamkan pada Jumat (4/3/2022) pagi, di pemakaman umum setempat. (zr/don)