Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-09 20:41:03

Usai Tandatangani Pakta Integritas, Pemkot Probolinggo Buka Kembali Taman Maramis

DIAWASI BERSAMA: Tim dari Satpol PP Kota Probolinggo membentangkan spanduk larangan-larangan di Taman Maramis. Harapannya, setelah ini, jika ada hal yang menyimpang, PKL dan masyarakat lain akan menegurnya segera.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Taman Maramis, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo kembali dibuka usai seminggu ditutup. Hal ini dilakukan usai PKL dan tokoh masyarakat setempat menandatangani pakta integritas.

Awalnya, penutupan Taman Maramis disebabkan adanya dugaan perbuatan asusila di sana. Bahkan perbuatan tercela tersebut tidak hanya terjadi sekali. “Sebelumnya warga pernah menemui orang pacaran, tapi hanya cerita, tidak lapor. Dan terakhir-terakhir ini kecolongan dan semua kecolongan. Ternyata diambil video oleh orang tidak bertanggungjawab, hingga dilempar ke media sosial,” terang Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Agus Efendi.

Baca Juga : Laporan Rokok Ilegal Bisa Lewat Aplikasi Siroleg

Menurutnya Wali Kota Probolinggo marah atas kejadian asusila tersebut. Pasalnya Taman Maramis sejatinya hanya untuk rekreasi keluarga. Bukan memfasilitasi orang pacaran, apalagi berbuat asusila. “Kemarin wali kota yang memerintahkan agar taman ditutup sementara. Supaya masyarakat tahu bahwa jangan sampai disalahgunakan lagi oleh siapapun,” jelasnya.

Baca Juga : Sudiman, Kadis Pertahankan Kota Probolinggo Dikenal sebagai Pribadi yang Hangat

Pihaknya mengaku ikut menyelidiki video hot yang beredar di media sosial. Namun sulit karena hasil gambarnya kabur. Bahkan pihak kepolisian juga kesulitan mengidentifikasinya.

Sementara Senin (7/9/2020) warga sekitar Taman Maramis dan PKL dengan difasilitasi oleh pemerintah keluarahan dan kecamatan setempat, bersepakat melakukan penandatanganan pakta integritas. “Sejak tutup, pengunjung turun,mereka rugi, dan bersepakat ikut mengawasi. Kalau ada apa-apa di sini meraka akan melaporkan ke 112 dan mengadukan ke Satpol PP. Termasuk warga di sana, lurah, RT, RW, siap meningkatkan patroli lingkungan,” jelasnya.

Agus pun mengutip pesan dari Wali Kota Probolinggo, bahwa apabila terjadi kasus kembali, Taman Maramis akan ditutup kembali. “Saya berharap ada patroli lingkungan di sini. Kalau rencana, ada pemasangan CCTV,” pungkasnga. (hla/hvn)