Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-21 06:36:23

Vaksinasi di Kabupaten Probolinggo Capai 71.644 Dosis

JAMINAN AMAN: Warga Kecamatan Krejengan menjalani vaksinasi di puskesmas setempat. Dinkes menjamin baik sinovac maupun astrazenecca aman dengan catatan lolos screening.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemkab Probolinggo terus mengoptimalkan vaksinasi covid-19 pada warganya. Hingga Selasa (18/5/2021), total sebanyak 71.644 dosis dari 146.490 dosis yang diterima Dinas Kesehatan setempat, selesai disuntikkan pada warga. Yakni, vaksinasi tahap pertama pada Januari dan tahap kedua di bulan Maret 2021.

Rincian vaksin yang diberikan pada warga, yakni 81.160 dosis vaksin sinovac dan 65.330 dosis vaksin astrazeneca. Diketahui, sebanyak 130.390 dosis rampung terdistribusi di fasilitas-fasilitas kesehatan di Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga : Gedung DPRD Jember Lockdown, Pembahasan LPP APBD 2020 Ditunda

Sasaran vaksinasi sendiri dilakukan pada tenaga kesehatan (nakes) yang rampung 120,06 persen dari target sasaran sebanyak 3.175 orang. Sasaran terhadap pelayan publik (yanblik) mencapai 39,51 persen dari target sasaran 89.892. Persentase sasaran terhadap lansia baru mencapai 3,73 persen dari 77.522 lansia yang menjadi sasaran target.

Baca Juga : Satu Anggota Dewan Jember Positif Covid-19, Parlemen Swab Masal

Vaksinasi terhadap sasaran lansia masih berlangsung sejak Senin (17/5/2021) hingga saat ini. Karenanya Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo mendekatkan pelayanan vaksinasi hingga ke desa-desa.

“Dengan target, lansia bisa datang ke balai desa. Mobilisasinya, kami dibantu satgas desa dan satgas kecamatan. Vaksin kita aman dan gratis. Pertengahan Juni kami targetkan semua dosis vaksis terpakai,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes setempat, Mujoko.

Distribusi vaksin ke Kabupaten Probolinggo dari pemerintah pusat menurutnya dinilai lancar sejak Ramadan lalu. Berbeda sebelum Ramadan, di mana distribusi vaksin tidak lancar karena stok vaksin di pusat kosong. “Kali ini banyak stoknya. Expired dua bulan hingga tiga bulan, itu maksimal. Kita targetkan dua pekan di lapangan selesai,” tegasnya.

Namun begitu, meski sudah divaksin, warga tetap diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, menggunkan handsanitizer atau mencuci tangan pakai air dan sabun.

PEMERIKSAAN: Sebelum menjalani vaksinasi, warga yang akan disuntik vaksin wajib menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan. Jika dinyatakan klir, maka bisa diberikan vaksin.

Sementara kitu, Kepala Puskesmas Krejengan dr. Mohamad Erfan mengatakan, pihaknya menerima vaksin astrazeneca sebanyak 200 vial. Sedangkan sasaran vaksin tersebut diperuntukkan pada pelayan publik, lansia, dan para pekerja yang berhubungan langsung dengan orang banyak. Seperti pemilik toko kelontong, pedagang pasar, dan lain sebagainya.

Saat Ramadan, Puskesmas Krejengan juga tetap melayani vaksinasi dengan sasaran sebanyak 100 dosis. Secara umum vaksinasi di Puskesmas Krejengan berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti. Pihaknya berharap vaksin di Puskesmas Krejengan ke depan dapat terus terpenuhi.

“Vaksin sinovac alhamdulillah alokasinya habis semua. Hampir 1.600 orang atau 320 vial vaksin rampung terpakai hingga dosis kedua,” jelasnya. Baik vaksin simovac maupun astrazeneca, dr. Erfan menyebut semuanya aman. Dengan catatan warga lolos screening.

Puskesmas menurut dr. Erfan terus berupaya mencapai sasaran vaksinasi dengan berkoordinasi dengan lintas sektor. Baik camat maupun kepala desa. Bahkan beberapa warga yang rampung divaksin secara lengkap dua dosis, ikut mengkampanyekan bahwa vaksin itu aman.

“Terutama para kader. Sehingga yang lain dapat tertarik ketika ternyata tetangganya yang rampung divaksin, itu aman,” jelasnya. Saat ini Puskesmas Krejengan menyiapkan tiga tim vaksinasi yang masing-masing tim terdiri dari  tujuh orang petugas. Pihaknya berharap awal Juni, ratusan vial stok vaksin tersebut habis termanfaatkan. (hla/sp)