Viral Busana Adat Gandrung Dipakai Pargoy, Pemkab Banyuwangi Angkat Bicara

Mohamad Abdul Aziz
Friday, 07 Feb 2025 16:48 WIB

RAPAT: Pembahasan penari viral mengenakan pakaian adat gandrung, di lounge Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Jumat (7/2/2025).
BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Media sosial dihebohkan video yang menampilkan beberapa penari mengenakan bajut adat Gandrung Banyuwangi. Mirisnya, baju yang dianggap sakral oleh masyarakat tersebut dipakai karnaval (pargoy) diiringi musik remix dengan sound besar.
Menanggapi video viral tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengundang seluruh stakeholders. Di antaranya, para budayawan yang tergabung dalam Dewan Kesenian Blambangan, pengurus paguyuban Pelatih Seni Tari Banyuwangi dan jajaran SKPD.
Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Taufik mengatakan dalam menari gandrung ada beberapa ritual yang harus dilakukan, termasuk dalam mengenakan pakaian. "Ada pakem-pakemnya yang harus dilakukan, tidak bisa seenaknya," kata Taufik, Jumat (7/2/2025).
Taufik menjelaskan, untuk menjadi penari Gandrung profesional, mereka harus menguasai beberapa teknik gerakan tari gandrung dan juga beberapa gendhing, yaitu tembang yang dibawakan. "Setelah memenuhi kriteria tersebut, para penari harus mengikuti ritual sakral Meras Gandrung, yaitu ritual sebagai wujud prosesi kelulusan penari Gandrung," paparnya.

Lebih jelanya lanjut Taufik, Meras Gandrung tersebut seperti wisudanya para penari Gandrung yang sudah menguasai teknik sinden dan gerakan tari Gandrung.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri menyatakan turut prihatin dengan kejadian penggunaan pakaian Gandrung yang bukan pada mestinya. "Saya sudah menghubungi yang bersangkutan (penari, red). Melalui saluran telepon, juga saya beri sedikit penjelasan mengenai pakem-pakemnya pakaian Gandrung," kata Hasan Basri.
Ia memberi pemahaman bahwa setiap pakaian Gandrung mulai dari atas hingga bawah itu ada maknanya. Lalu menurut Hasan Basri, yang bersangkutan telah meminta maaf ketika ditelepon. "Sudah minta maaf," katanya. (azi/why)




Share to
 (lp).jpg)