Viral Rombongan Pendaki ke Puncak Gunung Semeru Lumajang lewat Jalur Ilegal

M. David Firmansyah
M. David Firmansyah

Thursday, 23 Jan 2025 14:05 WIB

Viral Rombongan Pendaki ke Puncak Gunung Semeru Lumajang lewat Jalur Ilegal

PENDAKI: Rombongan pendaki Gunung Semeru lewat jalur ilegal. (IG @jejakpendaki)

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Viral sebuah video rombongan pendaki di puncak Gunung Semeru Lumajang beredar di media sosial. Pendakian ditengarai dilakukan saat jalur pendakian ditutup sementara. Karena itu, TNBTS menyebut pendaki tersebut mendaki lewat jalur ilegal.

Video itu memperlihatkan rombongan pendaki sebanyak 7 orang berada di puncak Gunung Semeru. Video diunggah oleh akun Instagram @jejakpendaki dan telah mendapatkan sebanyak 513 ribu kali tayangan.

Rombongan ini melakukan pendakian pada Sabtu (18/1/2025) lalu. Itu bertepatan dengan penutupan sementara pendakian Gunung Semeru sejak Jumat (17/1/2025) hingga Sabtu (18/1/2025).

Divisi Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menjelaskan, pihaknya telah menghubungi pengunggah video. Namun, sejauh ini belum mendapatkan respon.

"Kalau saya lihat dari videonya itu sekitar 7 orang yang tampak. Dari pihak kami sudah mencoba menghubungi pengirim video tersebut dan sejauh ini masih belum ada respon dari yang memosting pertama," kata Endrip via whatsapp, Kamis (23/1/2025).

Endrip hendak menanyakan beberapa hal kepada salah satu kontak pendaki, kapan pendakian itu dilakukan. Selain itu, Endrip sangat menyayangkan jika pendakian Gunung Semeru tersebut benar-benar dilakukan pada saat penutupan sementara.

"Kita sudah mendapat contact person, masih belum dijawab. Kita cuma mau menanyakan pendakian dilakukan pada saat ditutup tahun ini atau tahun berapa, masih belum tahu. Kita belum memastikan, karena kualitas gambarnya juga kurang bagus. Tapi yang jelas, jika ternyata pendakian dilakukan dalam waktu dekat ini, cukup kami sayangkan," papar Endrip.

Sementara itu, Endrip juga belum memastikan bagaimana mereka melakukan pendakian dan mencapai puncak Gunung Semeru tanpa terlihat CCTV yang terpasang di sepanjang jalur pendakian resmi Ranu Pani. Sehingga mereka dipastikan melalukan pendakian melalui jalur ilegal.

Endrip mengatakan, Gunung Semeru memiliki landscape area yang luas, sehingga pendaki dapat melalui jalur selain Ranu Pani, yang dijaga ketat oleh para petugas TNBTS di pintu utama.

"Itu kurang tahu, karena landscape pendakian Gunung Semeru itu open area, bisa lewat mana saja. Tapi yang bisa dipastikan, itu bukan lewat jalur resmi Ranu Pani. Karena setiap hari ada penjaga kami yang ada di pintu utama," terang Endrip.

Terakhir, pihak TNBTS akan memberikan sanksi tegas terhadap rombongan pendaki tersebut jika benar-benar melakukan melakukan perjalan menuju puncak melalui jalur ilegal.

"Ada beberapa kebijakan yang akan kami terapkan, tapi sanksi kita pastikan kasusnya seperti apa dulu. Untuk CCTV di jalur resmi belum terlihat para pendaki, jadi belum tahu mereka lewat jalur mana," kata Endrip. (dav/why)


Share to